Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bendera Palestina Berkibar di Tengah Lapangan Stadion Old Trafford

Pogba dan Amad menenteng bendera Palestina, Mereka mendukung kemerdekaan Palestina. (manchestereveningnews.co.uk/-LAURENCE-GRIFFITHS-POOL-AFP-via-Getty-Images.jpg)

MURIANEWS, Manchester- Pertandingan Manchester United Vs Fulham yang digelar di Stadion Old Trafford, Rabu (19/5/2021) dinihari WIB tadi, berakhir dengan hasil imbang 1-1. Sebuah kejadian menarik terjadi usai pertandingan, saat Paul Pogba dan Amad melakukan aksi dukungan untuk Palestina.

Paul Pogba dan pemain muda United, Amad Diallo merentangkan bendera Palestina di hadapan sekitar 8.000 pendukung MU yang hadir di Stadion Old Trafford. Memasuki laga-laga terakhir, Liga Inggris memang diperbolehkan ditonton langsung di stadion, dengan jumlah penton terbatas.

Setelah pertandingan, para pemain United mengambil bagian dalam selebrasi kehormatan untuk para supporter mereka. Ini adalah tradisi yang selalu dilakukan MU dalam setiap pertandingan terakhir di kandang mereka.

Pogba dan Amad mengambil kesempatan untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Palestina. Dukungan ini mereka berikan menyusul terjadinya gejolak di wilayah Palestina dalam beberapa hari terakhir.

Palestina telah menerima banyak dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Di Manchester, Inggris, ratusan aktifis kemanusiaan berbaris di pusat kota, dengan pesan jelas yang mereka sampaikan, ‘bebaskan Palestina’.

Ribuan warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah lebih dari seminggu terimbas konflik berkepanjangan. Sejak Senin malam lalu, kelompok militan Palestina, Hamas, telah menembakkan ratusan roket ke Israel, yang ditanggapi militer Israel dengan menyerbu Jalur Gaza dengan tembakan tank dan serangan udara.

Pogba dan Amad, keduanya Muslim, kini telah memberikan dukungan mereka kepada Palestina dalam konflik yang sedang berlangsung. Mereka tentu berharap akan ada sebuah resolisi damai yang bisa dicapai.

Konflik antara Palestina dan Israel telah berlangsung selama beberapa dekade. Dimulai pada tahun 1947 setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua , imigrasi massal Yahudi dan pembentukan negara Yahudi, dimulai.

Kota suci Yerusalem adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan konflik terjadi. Palestina memandang kota itu sebagai ibu kota negara masa depan, sementara Israel memandangnya sebagai ibu kota mereka. Meski pada kenyataannya, tidak diakui oleh banyak negara di seluruh dunia.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: manchestereveningnews.co.uk

 

Comments
Loading...