Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kasus Covid-19 Naik, DKK Kudus Didorong Koordinir Update Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi Per Hari

Perawat tengah keluar dari Ruang Isolasi Khusus RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus didorong untuk mengkoordinir rumah sakit swasta maupun negeri di Kudus untuk terus mengupdate ketersediaan tempat tidur (TT) pasien isolasi Covid-19 di rumah sakitnya masing-masing tiap harinya.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ada kepanikan di masyarakat sehingga timbul isu jika rumah sakit mulai kewalahan menghadapi jumlah pasien Covid-19 yang tengah melonjak di Kota Kretek.

“Jadi jangan sampai ada kabar simpang siur yang akhirnya menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Anggota Komisi D DPRD Kudus Sutriyono dalam rapat koordinasi bersama DKK Kudus, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, pihak DKK dan rumah sakit juga diminta untuk terus mengedukasi masyarakat terkait penularan Covid-19 dan pencegahannya. Sehingga ketika masyarakat sakit, mereka tak akan takut pergi ke rumah sakit untuk berobat.

Terlebih tren saat ini, kasus konfirmasi Covid-19 harian memang tengah merangkak naik. “Rumah sakit juga harus professional, kalau memang bergejala ya langsung dilakukan penindakan, sementara kalau tidak ya bisa diperiksa seperti standart pada umumnya,” jelasnya.

Sementara Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menyampaikan jika di Kudus memang mengalami kenaikan kasus beberapa pekan terakhir. Hanya untuk jumlah bor atau keterisian tempat tidur pasien isolasi Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kudus masih terbilang rendah.

Di RSUD Loekmono Hadi Kudus, jumlah bor hanya sekitar 19 persen saja. Sementara 81 persen masih belum terisi maupun disiapkan kembali.

Baca: Corona di Kudus Naik Tajam Usai Lebaran, Masyarakat Abaikan Prokes Disebut Jadi Biangnya

Sementara keterisian rata-rata tempat tidur isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Kretek berada di 12 persen hingga 20 persen saja.

“Tingkat keramaian di rumah sakit ini juga tren biasa setelah Lebaran, di dalamnya ada pasien suspek juga dan tetap masuk ruang isolasi, namun untuk pasien positif yang dirawat di ruang isolasio saat ini ada 83 orang, puncaknya ya di awal tahun dulu itu yang ada 283 pasien dirawat,” ungkap Badai.

Pihak rumah sakit, kata Badai, juga dipersilahkan untuk menyesuaikan kapasitas tempat tidurnya dengan kondisi di lapangan. Terlebih beberapa rumah sakit juga sempat menutup sejumlah ruang isolasinya karena penurunan kasus yang signifikan beberapa waktu lalu.

“Karena sesuai PMK kan juga ada ketentuannya, sehingga kami kira tidak ada rumah sakit yang katakanlah sudah kewalahan dengan lonjakan pasien Covid-19 ini,” jelas Badai.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...