Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Polisi Tetapkan Dua Tersangka dalam Tragedi Perahu Terbalik di Kedungombo, Salah Satunya Sang Pengemudi

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, memberikan keterangan di Kantor Polres Boyolali, Selasa (18/5/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

MURIANEWS, Boyolali – Polres Boyolali resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam insiden perahu terbalik di Waduk Kedungombo yang menewaskan sembilan orang meninggal.

Kedua tersangka tersebut adalah pengemudi perahu terbalik berinisial G (13) serta Kardiyo (52) pemilik warung apung.

“Hari ini, penetapan tersangka ada dua. Di antaranya atas nama G, selaku pengemudi perahu. Kedua adalah Kardiyo, selaku pemilik warung apung Gako,” kata Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond seperti dikutip Solopos.com, Selasa (18/3/2021).

Menurut AKBP Morry Ermond, tersangka G disangkakan dengan pasal 359 KUHP, yakni barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang.

“Sedangkan tersangka Kardiyo disangkakan dengan pasal 76 I UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak,” tambah dia.

Diberitakan, kecelakaan air perahu terbalik berpenumpang 20 orang itu terjadi di Waduk Kedungombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (15/5/2021) lalu. Sebelas orang selamat dalam insiden itu sedangkan sembilan orang lainnya tenggelam dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyidikan dan dari keterangan korban yang selamat, lanjut Kapolres Boyolali, tidak ada penumpang melakukan selfie atau swafoto saat ataupun sebelum kejadian.

“Jadi saat itu penumpang berdiri karena panik air sudah mulai masuk ke perahu,” kata AKBP Morry Ermond.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin, Senin (17/5/2021), menambahkan pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada delapan saksi. Para saksi yang dimaksud meliputi pengemudi perahu, pemilik warung apung, ketua RT setempat, kadus setempat, kepala desa setempat, BBWS Pemali Juana serta karangtaruna setempat.

Seperti diketahui, korban terakhir insiden perahu terbalik atas nama Niken Safitri (8), sudah ditemukan pada Senin kemarin pukul 05.00 WIB. Niken merupakan warga Ketro, Kecamatan Karang Rayung, Grobogan.

Sebelum itu Minggu (16/5/2021) pagi, tim gabungan pencarian korban terbaliknya perahu berhasil menemukan satu korban yang merupakan korban ketujuh dari sembilan korban tenggelam musibah tersebut. Kemudian pada Minggu malam, petugas kembali menemukan satu korban lainnya yang merupakan korban kedelapan atas nama Jalal, 1,5.

Sedangkan enam korban lainnya telah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu atau hari yang sama insiden perahu terbalik terjadi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...