Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jateng Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Pascalebaran, Ganjar Perintahkan 3T Digencarkan

Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau pos penyekatan mudik di Pati. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Usai Lebaran Idulfitri, kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah diperkirakan mengalami kenaikan. Potensi lonjakan kasus itu, diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Salah satunya dengan menyiagkan seluruh rumah sakit di Jateng selama 14 hari ke depan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memerintahkan hal ini.

“Saya minta rumah sakit siaga. Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pascalebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai,” kata Ganjar.

Dari data yang ada, belum ada lonjakan kasus berarti di Jawa Tengah. Data pekan ke-19 tahun ini, angka kasus Covid-19 Jateng justru menurun dibanding pekan sebelumnya.

“Kalau data terakhir justru menurun. Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan,” jelasnya.

Meski begitu pihaknya menegaskan akan terus gencar menerapkan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Pengetesan secara acak juga akan terus dilakukan di puntu-pintu keluar Jateng.

“Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu provinsi lain. Sehingga, kalau kita random test (tes acak), harapannya mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam rapat dengan Presiden Joko Widodo Senin (17/5/2021), seluruh kepala daerah diminta mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran. Sebab meski mudik dilarang, faktanya ada 1,5 juta warga yang tetap nekat mudik.

“Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru covid. Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan semua rumah sakit harus disiapkan. Upaya testing, tracing dan treatmen juga harus terus digenjot.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...