Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kudus Bakal Tambah 50 Tapping Box, Ditempatkan di Restoran dan Tempat Parkir

Resepsionis Hotel Poroliman menunjukkan alat tapping box milik BPPKAD Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menambah setidaknya 50 tapping box untuk meningkatkan pemasukan pajak daerah dari sektor pajak usaha. Sasarannya adalah di sejumlah restoran dan tempat parkir di seputaran Kota Kretek.

Pemkab Kudus sendiri, sebelumnya telah memasang sebanyak 50 tapping box atau alat perekam transaksi di sejumlah hotel dan restoran di Kudus. Hasilnya, diketahui ada peningkatan dalam penyetoran pajaknya.

“Kami berencana untuk menambahnya kembali, sekitar 50 tapping box lagi di restoran dan kali ini kami juga menyasar sektor perparkiran,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Famny Dwi Arfana, Selasa (18/5/2021).

Famny menyebut, target objek pajak yang disasar adalah sebanyak 380 objek pajak. Hanya memang, pemasangan alat perekam transaksi atau tapping box sendiri dilakukan secara bertahap.

Hal tersebut dikarenakan pemasangan alatnya bekerja sama dengan Bank Jateng dan tanpa menggunakan anggaran APBD. “Selain pengadaan alat, biaya pemeliharaan dan operasionalnya juga ditanggung mereka,” jelas dia.

Untuk diketahui, penerimaan pajak daerah Kabupaten Kudus sendiri berasal dari 11 pos penerimaan pajak daerah. Yakni meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak penerangan jalan.

Kemudian untuk pajak lainnya, adalah pajak mineral bukan logam batuan, PBB, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet dan bea perolehan hak tanah bangunan.

Pada tahun 2020 sendiri capaian pajak daerah 2020 tercapai Rp 114,44 miliar dari target sebesar Rp108,15 miliar atau sebesar 105,81 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...