Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Corona di Kudus Naik Tajam Usai Lebaran, Masyarakat Abaikan Prokes Disebut Jadi Biangnya

Kerumunan di salah satu mal di Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan yang cukup signifikan usai libur Lebaran. Jumlahnya, meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelum Lebaran.

Saat ini sendiri, jumlah kasus Covid-19 ada sebanyak 169 pasien aktif. Jumlah tersebut meningkat tajam dari sebelum Lebaran yang berada di titik terendah penularan Covid-19 sebanyak 60 pasien.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 bukan berasal dari para pemudik. Melainkan masyarakat Kudus yang mulai abai dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Lonjakan ini dari dalam wilayah sendiri, lumayan banyak, sekarang sampai 160-an kasus,” kata Bupati Hartopo, Selasa (18/5/2021).

Oleh karena itu pihaknya pun berharap hal ini menjadi perhatian bersama. Masyarakat yang telah divaksin juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin. “Jadi jangan sampai lengah supaya penularan tidak semakin meningkat lagi,” jelas Hartopo.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daeraeh (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar memperkirakan puncak peningkatan terjadi pada 10 hari usai Lebaran. Yakni setelah pelaksanaan tradisi Kupatan. “Bisa jadi puncaknya saat itu,” ucap Aziz.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

“Sebagai rumah sakit rujukan lini pertama, kami tetap harus sigap dengan perkembangan kondisi yang ada. Jika memang diperlukan, nanti ruang Melati 2 juga akan kembali diaktifkan jadi ruang isolasi,” jelasnya.

RSUD Loekmono Hadi sendiri kini mengaktifkan kembali ruang perawatan VIP Anggrek 1 untuk perawatan pasien Covid-19.

Hal tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi adanya kenaikan kasus terpapar Covid-19 yang mulai merangkak naik baik dari dalam wilayah maupun luar wilayah Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...