Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sedekah Laut Desa Bendar Pati, Dua Kepala Kambing Dilarung

Warga naik perahu yang melarung dua kepala kambing ke muara sungai juwana (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Puluhan warga Bendar, Kecamatan Juwana melarung dua kepala kambing lengkap dengan berbagai sesaji di muara sungai Juwana. Meski begitu, acara digelar sederhana dengan tidak melibatkan banyak orang lantaran masih situasi pandemi.

Sebelum dua kepala kambing larung, tokoh masyarakat setempat memimpin doa, agar para nelayan yang melaut diberikan keselamatan dan mendapatkan hasil yang melimpah.

Usia doa, replika kapal yang didalamnya ada dua kepala kambing itu, diturunkan secara perlahan ke muara sungai disertai dengan selawatan. Kemudian perahu pengiring berjalan mengelilingi larung sesaji tersebut sebanyak tiga kali.

Setelahnya, warga yang turut mengantar larung sesaji, secara bersama-sama makan di atas perahu. Ada juga yang langsung kembali ke dermaga untuk melanjutkan hajatannya.

Plt Sekdes Desa Bendar Kevin Rivaldi mengatakan, upacara sedekah Laut merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir Pulau Jawa, termasuk di Bendar ini. Biasanya memang dilakukan pekan pertama bulan syawal dalam hitungan jawa.

“Karena masih dalam pandemi Covid-19, kegiatan sedekah laut kami laksanakan secara sederhana. Prosesi larung sesaji kami batasi hanya sekitar 50 orang saja,” katanya.

Sebagai kampung nelayan, sedekah laut memang wajib dilakukan. Apalagi penghasilan utama warga memang berasal dari laut. Itu adalah sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rahmat yang selama ini diberikan.

“Pendapatan masyarakat mayoritas memang dari laut. Karena itu, sudah sepatutnya apabila setiap tahun kami mengadakan sedekah laut,” imbuhnya.

Sementara Kasat Polair Polres Pati, Iptu Sutamto dalam kesempatan itu juga ikut melakukan pengawalan serta pengamanan saat prosesi berlangsung. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang membahayakan, bisa segera diselesaikan.

“Kami berharap pada prosesi ini tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan di laut dan sebagainya. Karena keselamatan adalah hal yang paling terpenting,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...