Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diam-Diam, Ganjar Datangi Perumahan RSS Sidokerto Jenguk 56 Warga yang Positif Covid-19

Ganjar Pranowo menjeguk Kluster Covid 19 di Pati. (MURIANEWS/ISTIMEWA)

MURIANEWS, Pati- Secara diam-diam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati yang saat ini tengah dilockdown. Kedatangannya tersebut, rupanya ingin menjenguk 56 klaster tarawih yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

Kali pertama, dia pun berada di salah satu rumah yang kondisinya tertutup rapat. Namun, di dalamnya ada seorang guru yang dinyatakan positif.

Ganjar pun bersua agar empunya rumah bisa membuka pintu. Tetapi, Pram tidak mengetahui bahwa yang ada di depan rumahnya itu adalah orang nomor satu di Jateng. Baru setelah tetangganya memanggil, Pram bergegas keluar. Pram pun kaget lantaran Ganjar sudah berada di teras rumahnya.

Saling sapa pun terjadi. Gubernur melempar pertanyaan kepada Pram terkait kondisinya saat ini. Pram mengaku baik-baik saja dan sudah dua kali ini terpapar covid-19.

“Awalnya salat tarawih. Setelah dites ternyata positif untuk kedua kalinya. Dulu sempat positif dan sudah sembuh, sudah vaksin juga, tapi ini positif lagi,” kata Pram di depan Ganjar.

Ia mengaku bahwa saat salat tarawih itu jarak antarjemaah memang tidak berjarak. Pram tidak menyangka bisa tertular Covid-19 meskipun sudah mengenakan masker dan tidak pernah melepas saat salat.

“(Salatnya) tidak berjarak, saya pakai masker terus. Tapi Alhamdulillah kondisi saat ini baik-baik saja, tidak ada gejala,” ungkapnya yang tinggal berdua dengan istri.

Ganjar mengatakan klaster tarawih di Perum RSS Sidokerto tersebut merupakan pembelajaran bagi lainnya. Meskipun sudah memakai masker tetapi kalau jarak jemaah tidak ada maka masih bisa tertular.

Karena itu, masyarakat tidak boleh abai mengenai protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Ternyata ada salah satu (pasien) itu kepala sekolah SMK yang ada di sini. Dia pernah positif, sudah negatif dan sudah divaksin, tetapi bisa positif lagi. Tadi waktu saya tanya memang model salat tarawihnya tidak berjarak. Itu peringatan keras buat kita dna tidak boleh abai meski sudah divaksin atau memakai masker,” katanya saat mengunjungi Perum RSS Sidokerto Pati di sela pantauan pos penyekatan Jalur Pantura Semarang-Pati.

Meski demikian, Ganjar tetap mengapresiasi upaya warga sekitar setelah kejadian tersebut. Salah satunya terkait penutupan akses masuk ke kompleks perumahan dengan membuat barikade dan saling kontrol di antara warganya.

“Di perumahan RSS Sidokerto ini masyarakat membuat barikade sendiri. Mereka menutup sendiri, mengontrol sendiri. Menurut saya Jogo Tonggo itu ya seperti ini. Sehingga bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa saling jaga agar tidak tertular,” ujarnya.

DIa mengaku sudah ada beberapa warga positif Covid-19 yang sudah mulai membaik. Baik yang sedang dirawat atau isolasi di rumah sakit maupun warga yang isolasi mandiri di rumah. “Semoga segera pulih, segara sehat dan dapat beraktivitas,” tutupnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Budi erje

 

Comments
Loading...