Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Sholat Idul Fitri di Kabupaten Jepara, Ini Aturan Yang Harus Ditaati Takmir Masjid

Dian Kristiandi, Bupati Jepara.(MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara- Situasi pandemi Covid 19 yang tak kunjung usai memaksa pelaksanaan Salat Idul Fitri kembali dibatasi dan menerapkan protocol Kesehatan secara tegas. Di Kabupaten Jepara, pelaksanaan sholat Idul Fitri di setiap masjid hanya boleh diikuti dengan jumlah jamaah tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid.

Sudah dua kali lebaran, Sholat Idul Fitru tidak bisa dilaksanakan secara normal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terpaksa membatasi jumlah jamaah dan menerapkan protocol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya kasus baru Covid 19.

Bupati Jepara Dian Kristiandi, memutuskan masih memperbolehkan dilaksanakannya di Masjid-masjid, namun dengan ketentuan bersyarat. Selain harus menerapan protocol kesehatan, juga harus membatasi jumlah pesertanya.

Sholat Idul Fitri juga diperkenankan digelar di lapangan-lapangan, dengan syarat-syarat yang diberlakukan tadi. Namun khusus untuk masyarakat di wilayah-wilayah perkotaan, hal ini tidak diperkenankan.

“Pelaksanaan ibadah Sholat Idul Fitri di Alun-alun I dan Alun-alun II tidak diperbolehkan. Kebijakan ini kami dasarkan atas beberapa pertimbangan,” tegas Andi, Rabu (12/5/2021).

Pemkab Jepara juga membuat aturan khusus bagi seluruh jamaah di Kabupaten Jepara. Hal ini berkaitan dengan masalah berwudlu. Semua takmir masjid diharuskan menghimbau jamaah untuk mengambil wudlu di rumah masing-masing.

Selain itu, takmir juga diharuskan membuat shof salat Idul Fitri dengan jarak kurang lebih satu meter. Serta menyediakan segala macan fasilitas penerapan protocol kesehatan.

Selanjutnya, takmir masjid juga diharuskan mempersingkat durasi waktu khutbah. Namun tidak boleh mengurangi syarat dan ketentuan syariat. Durasi waktu khutbah yakni tidak melebihi 15 menit.

“Intinya protokol kesehatan wajib dijalankan. Satu lagi, kegiatan takbir keliling pada malam Idul Fitri ditiadakan,” pungkasnya.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi erje

Comments
Loading...