Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di Surabaya, Jaringan Pembuat Surat Hasil Swab Palsu Diringkus, Satu Lembar Dijual 200 Ribu

Ilustri Rapid Test Covid19. (kompas.com/SHUTTERSTOCK))

MURIANEWS, Surabaya- Jajaran Polisi Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan pembuat surat hasil tes swab Covid 19, rapid test, hingga swab antigen palsu. Mereka beroperasi untuk mengambil keuntungan dari banyaknya warga yang membutuhkan surat keteragan terkait covid 19 itu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, jaringan ini sudah melaksanakan aksinya sejak empat bulan terakhir. Mereka diketahui sudah mencetak rarusan surat keterangan palsu terkait covid 19.

“Kurang lebih sudah mencetak 600 lembar surat keterangan hasil tes swab, rapid test dan swab antigen palsu,” ujar Gatot kepada kompas.com.

Dalam kasus ini, unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim sudah menangkap 5 orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah NH (33) warga Jalan KH Hasbullah, Kelurahan Banjarejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, SG (36), warga Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Lalu MZA (22) warga Desa Pagerwojo RT 017 RW 004 Buduran Sidoarjo, IB (51) warga Jalan Malik Ibrahim Kwangsan RT 006 RW 003 Sedati, Sidoarjo, dan AF (27) warga Petukangan Ampel, Kota Surabaya.

“Kelimanya memiliki peran yang berbeda. Mulai dari pencari calon korban, hingga pembuat surat keterangan palsu. Korbannya rata-rata adalah calon penumpang pesawat terbang dan pemesan layanan travel,” jelas Gatot.

Harga yang dipatok mereka adalah Rp200 ribu per lembar, tanpa prosedur tes kesehatan pada umumnya. Tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh surat hasil tes swab Covid-19 palsu ini. Hanya menunggu 10 menit saja, surat tes swab palsu dengan kop rumah sakit yang dicatut sudah bisa diterima.

Beberpa barang bukti juga diamankan Polda Jawa Timur, terkait dengan kasus ini. Diantaranya laptop, printer, kertas berkop surat sebuah rumah sakit, hingga contoh surat keterangan sehat palsu.

Para tersangka dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP subsider Pasal 268 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: kompas.com

Comments
Loading...