Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TAUSIAH RAMADAN GUS BAHA

Gus Baha: Islam Sangatlah Sempurna

Gus Baha dalam Tausiah Ramadan bersama PR Sukun. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha dalam Tausiah Ramadan 1442 PR Sukun memercayai jika tak ada ilmu yang sebaik ilmu fikih.

Fikih sendiri, secara istilah adalah salah satu bidang ilmu dalam Islam yang membahas hukum-hukum yang mengatur kehidupan manusia. Baik antarsesama umat manusia maupun pada Allah SWT.

“Sehingga ketika banyak orang mengatakan ilmu tasawuf lebih dari fikih itu kurang tepat,” ujar Gus Baha, Selasa (11/5./2021).

Gus Baha menerangkan, seseorang bisa melakukan ilmu tasawuf setelah melewati ilmu fikih. Misalnya, sambung dia, ketika seorang salat dan mengikhlaskannya untuk beribadah kepada Allah.

Sesungguhnya dalam ibadah salat tersebut ada unsur-unsur fikihnya. Seperti diawali dengan surat Al-Fatihah dulu dan hukum salat lainnya.

“Status salatnya harus benar dulu, kemudian barulah diikhlaskan,” kata Gus Baha.

Agama Islam sendiri, kata Gus Baha telah mencapai kesempurnaannya. Ketika agama-agama lain masih membahas teologi tentang tuhan, agama Islam telah membahas hingga halal haramnya suatu perbuatan maupun hal lainnya.

“Sehingga hukum Islam sangat sempurna, mereka sangat detail, sampai hal-hal kecil diatur rinciannya tapi tetap ilmiah,” sambung Gus Baha.

Dalam tausiah sebelumnya, Gus Baha juga menerangkan jika agam Islam adalah agama yang paling mudah.

Gus Baha menuturkan, walaupun mengaji sembari bercanda, namun apabila tetap diniati untuk beribadah, maka sama saja pahalanya seperti orang beribadah.

Hal tersebut, dikarenakan niat untuk memerangi maksiat dengan menunggu kewajiban-kewajiban selanjutnya.

“Agama (Islam) itu gampang, seperti itu tidak masalah, karena sudah nyaman dalam keadaan Islam,” ujar Gus Baha.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...