Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lebaran Semakin Dekat, Penjual Ayam Dadakan Buka 24 Jam Mulai Bermunculan di Kudus

Pekerja tengah memeriksa ayam petelur yang dijual memanfaatkan momen Lebaran. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penjual ayam jenis petelur mulai bermunculan di Kudus. Mereka memanfaatkan momen Lebaran.

Danang Widyo salah satu pedagang ayam yang memanfaatkan momen ini. Ia mengaku baru berjualan Senin (10/5/2021) hari ini hingga H-1 menjelang Lebaran. Lokasinya di sebelah timur DPRD Kudus, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

“Ya jualan dadakan. Istilahnya mremo. Ayam jenis petelur ini datang tadi malam. Pagi ini mulai jualan sampai nanti H-1 Lebaran. Buka 24 jam,” katanya, Senin (10/5/2021).

Menurutnya ayam jenis petelur yang dijualnya itu memiliki beragam keunggulan. Mulai dari tahan cuaca panas, lebih tangguh dari ayam pedaging, dan rasa daging yang lebih enak jika dibandingkan dengan ayam pedaging.

“Ayam jenis petelur yang saya jual ini rata-rata umurnya satu tahun. Tekstur dagingnya lebih kenyal dan mirip tekstur ayam kampung. Selain itu di dalam ayam juga ada telur gotronya. Rasa telurnya juga enak,” terangnya.

Ayam jenis petelur yang dijual olehnya itu memiliki bobot 2 kilogram hingga 2,7 kilogram. Menurutnya, bobot tersebut juga dirasa pas. Sebab, tidak terlalu kurus. Harga per ekor ayam jenis petelur itu Rp 60 ribu.

“Kalau beli di sini juga lebih ideal bobotnya. Karena kami dapatnya langsung dari peternak. Kalau beli di tempat potong itu kan ayam istilahnya nginep. Bobotnya pasti nyusut,” ujarnya.

Penjual ayam jenis petelur, Danang Widyo menunjukkan ayam yang dijualnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Ke depannya, Danang Widyo berharap agar ayam jenis petelur sebanyak 600 ekor itu dapat habis H-1 menjelang Lebaran. Terlebih, ayam jenis petelur yang dijualnya memiliki keunggulan.

“Harapannya bisa laris dan 600 ekor ini bisa habis 3×24 jam. Karena tekstur dagingnya kan juga enak,” harapnya.

Jumlah 600 ekor yang dijualnya itu lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, pria berusia 40 tahun itu hanya menjual 200 ekor ayam jenis petelur.

Dia menjelaskan alasan keberaniannya mengambil 400 ekor lebih banyak untuk tahun ini. Padahal saat ini masih pandemi Covid-19.

Menurutnya, dia sudah survei sejak sepekan yang lalu. Survei itu dilakukannya di Pasar Kliwon Kudus, Pasar Baru Kudus, dan memantau penjualan via online.

“Ternyata ayam jenis petelur tahun ini diminati. Makanya saya berani mengambil banyak,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya saat ini orang cenderung memilih ayam jenis petelur. Sebab, menurut Danang Widyo harga ayam kampung saat ini sudah merangkak naik. Selain itu, harga daging sapi dan daging kerbau juga naik.

“Harga ayam kampung yang biasanya Rp 60 ribu sekarang naik jadi Rp 80 ribu. Begitu juga untuk daging kerbau dan daging sapi sudah Rp 100 ribu lebih. Kebanyakan sekarang beralih ke ayam jenis petelur,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...