Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dihajar Milan, Capello Sebut Kinerja Juventus Memalukan, Kok Mau Main di ESL

Fabio Capello, eks pelatih Milan dan Juventus.(football.italia.net/EPA)

MURIANEWS, Turin- Kekalahan Juventus di kandangnya sendiri dari AC Milan dengan skore besar 0-3, Minggu (9/5/2021) malam WIB, masih menjadi pembicaraan. Karena ini adalah kekalahan pertama Juventus di kandangnya sendiri dari Rosseneri.

Mantan pelatih Milan dan sekaligus Juventus, Fabio Capello memberikan kritik menyusul hasil tersebut. Capello menyebut Juventus menampilkan ‘kinerja yang memalukan’ dalam pertandinga ini. Secara keseluruhan dirinya mengaku tidak terkesan dengan dua tim yang bertanding itu,

AC Milan sendiri disebutnya tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Sehingga dalam hal ini, kualitas Juventus-lah yang menjadi sasaran tembak pernyataan tajamnya ini. Bahkan Capello juga menghubungkan hal ini dengan issu Europa Super League (ESL), yang juga diikuti Juventus.

ESL yang dicitrakan sebagai kompetisi klub-klub terbaik di Eropa, dengan keistimewaan-keistimewaan bagi sejumlah klub, sepertinya tidak pantas jika Juventus masih seperti ini. Juventus bermain parah, dan harus segera memperbaiki dirinya.

Rossoneri mengalahkan Juventus di Allianz Stadium untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, dengan kemenangan telak 3-0. Gol Brahim Diaz memberi Diavoli keunggulan, tepat sebelum peluit turun minum. Ante Rebic menggandakan keunggulan Milan di menit 78, dan Fikayo Tomori melipatkan gandakannya menjadi tiga, pada menit-menit akhir pertandingan.

“Juventus memalukan. Mereka tidak ada di babak pertama. Mereka tidak punya ide, seperti di Udinese minggu lalu, ”kata Capello kepada salah satu media di Italia.

“Milan melakukan bagian mereka, tapi tanpa melakukan hal-hal rumit. Mereka tidak memiliki agresivitas. Mereka berdua melewatkan terlalu banyak operan di babak pertama. Saya melihat begitu banyak, sehingga saya bertanya pada diri sendiri apakah mereka cukup bagus untuk bermain di Liga Super,” demikian sindirnya.

Juventus dan Milan adalah dua diantara 12 klub yang sempat memproklamirkan diri menjadi pendiri ESL. Namun dalam perkembangannya Milan memilih untuk mundur, menyusul pertentangan yang terjadi.

Sedangkan Juventus, sampai saat ini diketahui masih tetap belum mencabut keanggotaan mereka di ESL, bersama Real Madrid dan Barcelona. Tiga klub ini masih berpotensi mendapatkan sangsi dari UEFA.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: football.italia.net

 

Comments
Loading...