Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Menikah Beberapa Tahun Tak Kunjung Punya Anak, Kenali Penyebabnya

Ilustrasi. (Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Beragam permasalahan kehamilan dialami perempuan. Salah satunya sudah menikah namun tak kunjung dikaruniai anak.

Lewat Forum Tanya Dokter di Smarther Health, dokter kandungan, dr Norazlin Rosli dari Sophea Fertility Malaysia membahas hal ini. Dia menjawab berbagai persoalan yang dialami perempuan perihal tak kunjung dikaruniai seorang anak.

Salah seorang penananya mengaku sudah menikah selama lima tahun namun tak kunjung dikaruniai anak. Dia juga mengaku memiliki masalah endometriosis.

Endometriosis sendiri merupakan kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim.

“Dok, saya sudah nikah selama 5 tahun tetapi belum punya anak. Sebelum nikah, saya punya masalah endometriosis. Apa mungkin ini yg menyebabkan saya susah hamil? Bagaimana solusinya dok?,” tanyanya.

Menurut dr Norazlin Rosli, keberadaan endometriosis dapat mengganggu kualitas sel telur. Dia menyarankan agar pasien tersebut memeriksakan diri ke dokter kandungan.

“Anda perlu periksa ke dokter kandungan. Yang paling penting, endometriosis bisa mengurangi simpanan sel telur yang tidak bisa diganti. Jadi Anda perlu perawatan agar bisa hamil segera,” katanya.

Penanya lainnya berusia 39 tahun. Hingga saat ini, ia sudah menikah selama 12 tahun. Akan tetapi belum dikaruniai anak. Padahal dia dan suami sudah memeriksakan kesuburan, dan tidak ada temuan masalah kesuburan.

“Saya juga sudah mencoba minum herbal dan menghitung masa subur saya. Di usia saya yang hampir 40 tahun ini, apakah ada kemungkinan saya bisa bayi tabung dok?” katanya.

Menurut jawaban dr. Norazlin Rosli pasien tersebut harus memulai perawatan kesuburan. Sebab, penggunaan Inseminasi intrauterin hanya membantu pengangkutan rahim ke dalam rahim.

“Setelah 12 tahun mencoba tanpa hasil, anda harus memulai perawatan kesuburan. Inseminasi intrauterin
(jenis inseminasi buatan yang menempatkan sperma langsung ke dalam rahim) hanya membantu pengangkutan rahim ke dalam rahim. Sehingga sperma masih perlu mencari telur untuk mencoba dan membuahi telur,” katanya.

Oleh sebab itu, menurut dr Norazlin Rosli IVF dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Sebab, sperma akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk membantu pembuahan.

“Pada 40 peluang sukses dengan IVF cukup baik. Saran saya jangan menunda lagi, karena tingkat keberhasilan dapat turun dengan bertambahnya usia,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...