Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pendengaran Terganggu Bisakah Diobati? Begini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Kudus – Gangguan pendengaran pada anak sering kali membuat orang tua khawatir. Selain kesulitan berbicara dengan lawan bicaranya, kekhawatiran paling tinggi adalah terjadi ketulian.

Lantas apakah gangguan pendengaran bisa disembuhkan?

Lewat Forum Tanya Dokter di Smarther Health, hal ini juga dibahas oleh dokter anak yang berspesialisasi di Developmental Paediatrics, dr Cindy Chan dari Sunway Medical Centre Malaysia.

Di forum tersebut, salah seorang pasien bertanya tentang anaknya yang memiliki masalah pendengaran. Dia bertanya perihal pengobatan.

“Pagi dok, anak saya kurang sekali pendengarannya. Apa bisa diobati?” tanyanya.

Pertanyaan itu pun dijawab dr Cindy Chan. Menurutnya kurang pendengaran harus ditangani segera.

“Kemungkinan ada yang bisa diobati. Misalnya infeksi kuman atau cairan dalam telinga yang kronik. Dokter THT merupakan orang yang tepat untuk berkonsultasi,” katanya.

Kemudian ada penanya lainnya. Dia memiliki anak yang sudah berusia 20 tahun dan mempunyai permasalahan pendengaran.

“Putri saya sudah 20 tahun dok. Apakah masih bisa sembuh dan kembali normal pendengarannya? Siapa nama dokter THTnya. Terima kasih infonya dok,” tanyanya.

Menurut dokter Cindy Chan, penyembuhan gangguan pendengaran anak perempuan dapat diperbaiki atau tidak tergantung beberapa faktor. Hal itu bisa disebabkan secara genetik maupun durasi gejala.

“Penyebabnya bisa genetik atau bawaan. Penyebab dengan gangguan berat kemungkinan tidak dapat dikembalikan secara normal,” katanya.

Hal yang sama juga terjadi jika gangguan pendengaran dialami sejak lahir saat masa kanak-kanak. ada kemungkinan tidak dapat kembali normal.

“Jika dia mengalami gangguan pendengaran sejak lahir atau saat masa kanak-kanak, maka bagian pendengaran otak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk berkembang secara normal. Baik itu mengobati penyebab yang timbul dari telinga tengah, koklea, atau saraf pendengaran. Sehingga tidak dapat memulihkan pendengaran,” terangnya.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh dari spesialis THT yang berpengalaman dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan menentukan apakah penggunaan alat bantu augmentatif. Selain itu, alat bantu dapat meningkatkan pendengaran.

“Alat bantu dapat meningkatkan pendengaran. Meski demikian sebenarnya alat bantu tidak  dapat mengatasi penyebab hilangnya pendengaran,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...