Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hampers Sarung dan Mukena Batik di Kudus Laris Dicari Selama Ramadan

Yuli Astuti (kiri) bersama seorang pegawainya tengah menata hampers sajadah dan sarung batik. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus –  Sanggar Muria Batik Kudus mengeluarkan hampers atau parselan sarung, mukena, hingga sajadah batik dengan corak khas Kota Kretek selama Ramadan tahun ini. Paket parsel tersebut pun terbilang laris menjelang hari raya Idulfitri tahun 2021 ini.

Mengingat kegunaannya untuk ibadah, motif-motif khas Kudus seperti Menara Kudus, cengkeh hingga parijoto pun dipadu padankan dengan motif-motif kaligrafi.

Pemilik Sanggar Muria Batik Kudus Yuli Astuti mengatakan, permintaan sarung, mukena, hingga sajadah batik sebenarnya sudah meningkat sejak pertengahan awal bulan puasa. Peningkatannya, bisa 60 hingga 70 persen dibanding hari biasa.

“Kami sudah memproduksi sejak awal puasa tahun ini, kemudian respon di pasaran bagus dan pesanan juga bisa jalan terus,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Hingga pekan ini, sambung dia, pesanan sajadah dan sarung batik sudah mencapai ratusan buah dan telah terjual ke pasaran selama bulan Ramadan. Kebanyakan permintaan, justru berasal dari luar Kudus.

“Ada yang dari Jakarta, Makasar juga ada, dan tentunya Kabupaten Kudus,” sambungnya.

Untuk harga sendiri, pihaknya mematok sajadah batik yang dijual sebesar Rp 125 ribu per buah. Sementara untuk sarungnya dibandrol seharga Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu per buah.

“Kami saat ini menggunakan pewarna sintetis, namun jika memang ada yang pesan dengan pewarna alami kami tentu siap,” jelasnya.

Penjualan sarung hingga sajadah batik sendiri, turut mendongkrak penjualan Sanggar Muria Batik di Lebaran pada masa pandemi Covid-19 seperti ini. Hal tersebut berdampak positif, setelah tahun lalu banyak perajin batik tulis terpuruk karena pandemi Covid-19.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...