Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Zona Merah Covid 19, Pemerintah Inggris Larang Warganya Ke Turki, FA Usulkan Perubahan Tempat Final Champions

Trophy Piala Champions.(manchestereveningnews.co.uk/Simon Stacpoole / Mark Leech Sports Photography / Getty Images)

Final Piala Champions masih akan digelar pada 29 Mei mendatang. Stadion Olimpiade Artarturk, Istanbul, Turki sebelumnya sudah ditunjuk menjadi venue pertandingan ini.

Namun perkembangan terakhir, ancaman pemindahan venue untuk puncak Piala Champions mulai menyeruak. Menyusul semakin tingginya lonjakan kasus Covid 19 di Turki, membuat lokasi pertandingan diminta digeser.

Permintaan perubahan venue ini disampaikan oleh FA (Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) kepada UEFA. Selanjutnya kedua pihak mulai melakukan pembicaraan terkait kemungkinan ini.

FA mengusulkan perubahan tempat pertandingan, setelah pemerintah Inggris memasukan Turki sebagai negara yang masuk dalam daftar merah penularan covid 19. Dengan kondisi ini, semua warga Inggris dilarang pergi ke Turki.

Perkembangan yang terjadi ini membuat UEFA akhirnya menunda untuk merilis rincian final Liga Champions 29 Mei 2021. Khususnya kepada fans Manchester City dan Chelsea. Rencananya UEFA akan mengalokasikan setidaknya 4000 tiket untuk laga pamungkas di Istanbul itu.

“Kami harus waspada soal ini. Kami khawatir, kami harus menaruh Turki di daftar merah dan akan ada berbagai akibat,” ujar Sekretaris Negara Inggris bagian Transportasi, Grant Shapps, Sabtu (8/5/2021).

“Fans tidak boleh terbang ke Turki. FA sudah berdiskusi dengan UEFA dan kami siap untuk menjadi tuan rumah final. Namun pada akhirnya ini tetap wewenang UEFA,” imbuh Shapps.

“Kami punya rekam jejak pertandingan dengan penonton yang bagus. Saya sudah berbicara dengan menteri olahraga, kami sangat terbuka dan pada akhirnya ini memang keputusan UEFA. Namun mengingat di final ada dua tim Inggris, kami menunggu apa kata mereka,” tambahnya lagi.

Menyusul kebijakan Pemerintah Inggris ini, Final Liga Champions semakin tidak mungki digelar di Istanbul. UEFA juga harus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh pasalnya dua tim yang akan berlaga di partai final semuanya dari Inggris.

Jika tetap digelar di Turki, maka sekembalinya dari Turki para pemain dari kedua tim harus menjalani kewajiban karantina selama 10 hari di tempat yang ditentukan pemerintah Inggris. Hal ini juga tidak diinginkan oleh FA Inggris, karena ada banyak pemain yang akan dibutuhkan untuk agenda persiapan Piala Eropa 2020.

FA didukung oleh Pemerintah Inggris, meminta agar UEFA mau memindahkan venue pertandingan final itu. FA bahkan menyatakan ada beberapa stadion di Inggris yang siap menggelar pertandingan final Piala Eropa tersebut.

Sampai pekan lalu, UEFA masih tetap menunjuk Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul menjadi tempat pertandingan final Liga Champions. Kendatipun, situasi yang berkaitan dengan Covid-19 di Turki masih berbahaya.

Pemerintah Turki bahkan sudah menerapkan lockdown penuh hingga setidaknya 17 Mei mendatang. Jumlah infeksi covid 19 di Turki masih tinggi, mencapai 20.000 kasus lebih sehari. Pemberlakuan lockdown, paling tidak sudah membuat berkurang anga kasusnya, menjadi setengahnya dalam dua pekan terakhir.

Turki juga masuk sepuluh besar tingkat vaksinasi global, sebuah faktor yang akhirnya menjadi pertimbangan pemerintah Inggris untuk menentukan status perjalanan Turki.
Hingga kini masih belum jelas stadion mana di Inggris yang bisa jadi pengganti venue pertandingan final ini.

Sementara Wembley menggelar final play-off EFL di hari yang sama dan berbagai klub kemungkinan akan melakukan perawatan terhadap lapangan kandang mereka di akhir musim ini.

Informasi yang beredar, Hampden Park, stadion nasional Skotlandia, masih dipertimbangkan. Kemudian, tempat lain seperti Portugal juga masuk dalam daftar hijau pemerintah Inggris. Karena fans dan pemain tidak perlu dikarantina sepulang dari pertandingan.

Musim lalu tiga babak terakhir Liga Champions juga digelar secara darurat di Lisbon setelah terjadi gelombang pertama pandemic di daratan Eropa. Istanbul musim lalu sebenarnya juga sudah ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Champions.

“UEFA baru saja mengetahui bahwa Turki dimasukkan ke daftar merah dan kami butuh waktu untuk menanggapinya,” juru bicara UEFA, memberikan tanggapannya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: manchestereveningnews.co.uk

Comments
Loading...