Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Eceng Gondok Jadi Alasan Pria di Kudus Ini Pilih Ternak Kalkun

Ahmad Suyatno memberi pakan kalkun yang diternaknya di Undaan Tengah, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ahmad Suyatno warga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus, sejak 2017 silam memilih beternak kalkun. Pundi-pundi rupiah sudah dihasilkannya dari unggas tersebut.

Saat ini sudah ada ratusan ekor kalkun yang ia pelihara. Usaha ini ia lakoni awalnya dari banyaknya eceng gondok di sekitar rumahnya. Eceng gondok inilah yang dijadikan pakan kalkun yang diternaknya.

“Di lokasi dekat rumah saya banyak eceng gondok bisa jadi pakan bagi kalkun. Sehingga irit juga secara ekonomi,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut dia keuntungan untuk menekan cost pakan kalkun lebih jelas. Karena eceng gondok melimpah di sekitar kediamannya.

“Selain pakan yang mudah didapat, saya rasa kalkun dibandingkan unggas lain lebih unggul. Usia sepekan itu sudah ada peminatnya. Kemudian kalkun bagus untuk kesehatan karena rendah kolesterol,” terangnya.

Ahmad Suyatno menggiling eceng gondok untuk pakan kalkun miliknya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Saat ini populasi kalkun miliknya ada 300 ekor yang terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari kalkun black spanish, white holland, borbone red, naragan, brown, golden palm, blue slate, dan blirik.

Tak hanya pakan yang mudah, namun tata cara merawat kalkun juga dirasa mudah. Kendati begitu tidak boleh sembarangan.

Saat kalkun berumur satu pekan, kalkun harus mendapatkan suhu hangat. Oleh sebab itu, Ahmad meletakkan kalkun yang masih berusia satu bulan di boks yang diberi lampu agar hangat.

“Saat usia kalkun satu pekan, lampu harus hidup siang dan malam. Tapi nanti kalau usia tiga pekan, lampunya dihidupkan kalau malam saja,” terangnya.

Di usia kalkun yang menginjak satu bulan harus dibedakan perihal pemberian pakannya dengan yang sudah berusia dua bulan. Saat berusia satu bulan, kalkun diberi makan bekatul dan larutan dari pur.

Lalu, saat kalkun menginjak umur dua bulan, eceng gondok diberikan dengan dicampur dengan bekatul, jagung dan bahan lain.

“Komposisinya itu enam gayung bekatul, satu gayung pur, dan satu gayung jagung yang sudah digiling halus,” terangnya.

Saat ini pemasaran kalkunnya tak hanya di Kota Kretek. Melainkan sudah sampai ke eks-Karesidenan Pati, Jabodetabek, Banten, Cilegon, dan Sulawesi.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...