Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Minum Kopi Saat Buka dan Sahur Tak Disarankan untuk Kesehatan, Ini Alasannya

Segelas kopi di salah satu kafe di Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Minum kopi usai seharian melakaukan puasa tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada waktu yang tepat, sehingga tidak berdampak pada kondisi kesehatan.

Ketika mengonsumsi kopi dengan waktu yang tidak tepat dapat memberikan efek tidak baik selama berpuasa. Mengonsumsi kopi seketika saat berbuka dapat menyebabkan asam lambung.

Selain itu, ketika mengonsumsi kopi selepas sahur juga tidak dianjurkan. Karena sifatnya diuretik.

Diuretik yakni membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine. Alhasil, bisa mengalami dehidrasi.

Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi mengatakan, mengonsumsi kopi baik dilakukan satu atau dua jam setelah berbuka puasa. Waktu tersebut dirasa ideal olehnya.

“Minum kopinya satu atau dua jam setelah berbuka. Itupun secukupnya saja. Jangan minum kopi terlalu malam juga karena nanti sulit tidur,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Ditanya soal tidak dianjurkannya minum kopi saat sahur, ia memberikan alasannya. Menurut dia, setelah mengonsumsi kopi akan buang air terus menerus. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Lebih lanjut, dokter Hilal Ariadi juga memberi saran bagi pengidap penyakit jantung untuk tidak mengonsumsi kopi terlalu banyak usai berpuasa. Sebab, dapat menimbulkan detak jantung yang cepat bagi pengidapnya.

Dokter Hilal Ariadi juga menyarankan agar mengonsumsi air putih yang lebih banyak. Yakni saat sahur dan berbuka puasa.

“Kalau mau kopi boleh. Asal secukupnya. Waktunya satu atau dua jam setelah berbuka. Tapi alangkah baiknya kalau diganti dengan air putih,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...