Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Putus Mata Rantai Jaringan Narkoba, Lapas Semarang Buat Blok Khusus Risiko Tinggi

Lapas Kelas I Semarang memanfaatkan lahan yang ada sebagai Blok Risiko Tinggi (BRT) untuk memutus jaingan narkoba. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang berencana membuat blok khusus bagi narapidana yang berpotensi memiliki risiko tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai jaringan narkoba

Kepala Lapas (Kalapas) Semarang Supriyanto menjelaskan program Blok Risiko Tinggi (BRT) akan mengoptimalkan bangunan yang sudah ada dengan membuat blok khusus di dalamnya.

“Jadi bangunan yang sudah ada akan dioptimalkan menjadi blok khusus. Kalau membangun blok yang baru waktunya cukup lama dan membutuhkan anggaran yang cukup besar,” kata Supriyanto, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, khusus untuk pengamanan dan pengawasan dalam blok khusus nanti akan lebih diperketat, tidak seperti sebelumnya.

Supriyanto mengakui perlu ada penguatan di dalam blok khusus tersebut seperti meningkatkan pengawasan melalui CCTV, memperketat interaksi dengan warga binaan blok lain, memasang alat metal detector, alat detektor sinyal telepon seluler, dan lainnya.

“Hal ini sejalan dengan konsep revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan di mana narapidana ditempatkan berdasarkan jenis dan tingkat risikonya,” tegas Kalapas.

Penggunaan Blok Khusus Resiko Tinggi bisa menjadi jawaban dalam peningkatan kualitas praktik penyelenggaraan pemasyarakatan. Ini bukti keseriusan Lapas untuk mewujudkan komitmen dan upaya meningkatkan kualitas penegakan hukum serta memutus mata rantai praktik jaringan peredaran narkoba.

Supriyanto menjelaskan, sementara ini bangunan baru tersebut masih kosong dan siap digunakan setelah assessment penempatan narapidana selesai. Penentuan serta penempatan narapidana high risk, akan melibatkan anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk dapat disidangkan secara internal.

Di sini memang akan diisi orang-orang yang kita anggap potensial membangun jaringan. “Maka dari itu kita bersama-sama menjaga Lapas ini untuk menjadi lapas yang terbebas dari narkoba. Kerja sama pemasyarakatan dengan Polri dan BNN harus semakin kuat,” imbuhnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...