Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Terus Bertambah, Warga Terkonfirmasi Covid-19 dari Klaster Tarawih di Sragen Kini 21 Orang

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Sragen – Jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 dari klaster tarawih di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen sampai saat ini terus bertambah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 kini menjadi 21 orang. Data tersebut berdasarkan hasil yang diterima DKK per Kamis (6/5/2021) malam.

Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen masih menunggu hasil swab test 22 orang murid TPA di desa setempat.

Dikutip Solopos.com, Kepala DKK Sragen dr Hargiyanto menjelaskan, saat ini klaster tarawih hanya meliputi satu dukuh saja. Awalnya menemukan satu orang imam masjid yang terpapar positif Covid-19.

Dari satu orang itu dikembangkan lewat tracing dan menemukan dua orang kontak erat yang positif Covid-19 dari keluarganya.

Hargiyanto menerangkan dari tiga kasus klaster tarawih di Sambirejo itu dikembangkan lagi dan menemukan sembilan orang positif Covid-19. Dari sembilan dikembangkan lagi untuk tracing, dan hasilnya ditemukan sembilan kasus baru lagi pada Kamis malam.

“Total di klaster tarawih itu ada 21 orang. Masyarakatnya sudah memahami sehingga mereka mau dikarantina mandiri di Technopark. Puluhan orang itu sudah dikarantina di Technopark. Total yang di-tracing itu ada 40-an orang. Sekarang tinggal 22 orang yang belum keluarga hasil tesnya, ya mereka anak-anak TPA,” ujar Hargiyanto.

Hargiyanto menerangkan Pemerintah Desa Sambirejo sudah membatasi ruang gerak masyarakat di lokasi klaster tarawih itu. Dia menjelaskan yang ada gejala ringan langsung ditangani dan yang gejala sedang dibawa ke rumah sakit. Kalau di dukuh lainnya di Sambirejo, ujar dia, hanya satu orang dan tidak menjadi klaster.

Kepala Desa/Kecamatan Sambirejo, Suparjo Jojon, mengatakan Satgas Desa bersama puskesmas selalu mengecek terus dan tidak henti-hentinya untuk sosialisasi kepada warga. Dia bersyukur warga bisa mamahami dan menurut dengan aturan.

“Untuk bantuan sembako selama lockdown diberikan kepada 15 keluarga yang anggota keluarganya positif dan melakukan isolasi mandiri. Setiap keluarga diberi bantuan jatah hidup senilai Rp 350 ribu per keluarga,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...