Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gibran Tetap Bolehkan Mudik Lokal di Soloraya, Ini Pertimbangannya

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat meninjau taman Balekambang. (Instagram/@gibran_rakabuming)

MURIANEWS, Solo – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hingga saat ini masih memperbolehkan adanya mudik lokal di kawasan Soloraya. Padahal, pemerintah melarang mudik lokal di kawasan aglomerasi, salah satunya di Soloraya.

“Akan kami koordinasikan lagi dengan pusat, sejauh ini (mudik lokal) masih kami bolehkan. Solo itu kecil banget lo. Masak enggak kami bolehkan. Nanti penyekatannya seperti apa, kalau mudik lokal enggak dibolehkan? Enggak, enggak, enggak. Pokoknya tetap dibatasilah [enggak dilarang sepenuhnya] seperti untuk aktivitas harian Solo ini, pasti melibatkan Soloraya juga,” katanya seperti dikutip Solopos.com, di Balai Kota Solo, Jumat (7/5/2021).

Kendati begitu, Gibran bakal merevisi aturan terkait mudik lokal Solo dan sekitarnya itu apabila ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan.  Ihwal perjalanan wisata, ia menyebut itu terbatas untuk warga Solo dan sekitarnya.

Pelaku perjalanan wisata berbekal Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari zona merah bakal tetap dilarang. Ia meminta SIKM hanya dimanfaatkan untuk perjalanan penting dan mendesak.

Perjalanan penting dimaksud seperti melayat keluarga inti yang meninggal, melahirkan, perjalanan dinas yang mendesak, dan sejenisnya.  Sedangkan izin wisata yang dimaksud adalah untuk warga Solo dan sekitarnya yang bertandang ke destinasi wisata seperti Taman Balekambang dan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

“Wisata itu diizinkan ya, [Taman] Balekambang, Jurug [TSTJ], yang datang ya [orang] Solo saja. Jangan orang Jakarta dan Luar Jawa ke sini pakai SIKM buat piknik atau pariwisata, itu enggak boleh. Itu saja lo. Kalau orang Soloraya silakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengaku bakal meningkatkan pengawasan terhadap objek-objek wisata. Kapasitasnya pun telah diatur agar tak lebih dari 50 persen.

Destinasi diizinkan buka asal tidak menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satunya, acara Syawalan di Taman Satwa Taru Jurug [TSTJ]. “Syawalan [mengundang kerumunan] tidak boleh. Wisata yang reguler saja yang boleh,”  ungkapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...