Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jajakan Pelajar Yogya Bertarif Rp 500 Ribu, Dua Mucikari Diringkus Polisi

Polsek Gondokusuman meringkus dua muncikari yang menjajakan seorang pelajar di Jogja untuk melayani pria hidung belang, Jumat (7/5) di Mapolres setempat. (Harian Jogja/Yosef Leon)

MURIANEWS, Yogyakarta – Polsek Gondokusuman, Kota Yogyakarta berhasil mengungkap bisnis prostitusi yang melibatkan pelajar sebagai korban. Dalam kasus ini petugas mengamankan dua mucikari berinisial MU (30) dan AI (18).

Keduanya ditangkap saat akan bertransaksi di sebuah hotel setelah terlebih dahulu dipancing petugas. Kduanya juga tertangkap basah menjajahkan dua pelajar dengan harga Rp 500 ribu untuk sekali kencan.

Kapolsek Gondokusuman AKP Surahman menjelaskan insiden ini terkuak berkat adanya laporan dari ibu korban. Sejak Februari lalu, ibu korban mendapati ada perubahan sikap dari anaknya. Korban kerap pulang malam serta tertutup kepada keluarga.

“Tak hanya itu, ibu korban juga mendapati ada uang Rp1 juta di dompet korban. Padahal uang jajan korban hanya dikasih Rp 10 ribu,” kata Kapolsek seperti dikutip Solopos.com, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, ibu korban menyebut bahwa perubahan paling besar yakni anaknya mulai menjauh darinya. Selai itu ia cenderung menunjukan sikap temperamen ketika ibunya menanyakan sesuatu kepada korban.

Polisi kemudian melacak kasus tersebut dan diperoleh informasi dari salah seorang saksi bahwa benar korban di eksploitasi oleh kedua tersangka.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapatkan nomor kontak untuk memasan layanan esek-esek tersebut. Dari kontak tersebut, polisi menjebak kedua tersangka.

“Setelah mereka datang langsung kami tangkap di sebuah hotel di Pakualam dan dibawa ke kantor untuk diperiksa. Mereka juga mengakui bahwa telah melakukan aksinya sejak dua bulan terakhir,” kata Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Gondokusuman, Iptu Denny Ismail, menyatakan tersangka menjajakan layanan korban secara daring melalui Facebook. Para tersangka memberikan tarif senilai Rp 500 ribu untuk sekali transaksi.

“Tersangka MU ini dulunya karyawan swasta, tapi karena terdampak Covid-19 dia akhirnya mengajak AI untuk menggeluti bisnis ini. Lalu kemudian berlanjut dan ditawarkan untuk melayani pria hidung belang,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam merekrut korban dan juga AI, MU lebih dulu menggagahi keduanya. Selanjutnya dia menawarkan kepada AI dan juga korban untuk melakukan layanan seks kepada pria lainnya.

“Korban sadar, dan cara rekrutnya ya diimingi begituan (aktivitas seks) lalu korban terbiasa,” jelasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 76 jo Pasal 88 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 200 juta.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...