Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pengendara Masuk Jateng Dirapid Antigen Acak, Ganjar Temukan Rombongan Pengantin Abaikan Prokes

Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi pos penyekatan arus mudik di exit tol Penjagan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Selama masa larangan mudik, Pemprov Jateng akan lakukan tes acak (rapid antigen) untuk mengantisipasi adanya pemudik yang positif Covid-19. Posko-posko pengawasan telah didirikan di sejumlah titik di sepanjang pantura.

Seperti di Exit Tol Pejagan dan perbatasan Kecipir, Losari Brebes. Sementara tes acak di antaraanya digelar di rest area tol KM379 arah Jakarta-Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat mengunjungi posko-posko ini yang didirikan dengan kerja sama PR Sukun.

Tes rapid antigen dilakukan dengan metode drive thru. Semua penumpang yang masuk ke rest area tersebut diarahkan masuk ke tempat rapid tes antigen yang disiapkan tanpa perlu turun dari mobil.

Selanjutnya, petugas yang siaga akan melakukan pengecekan. Apabila pengendara sudah membawa surat rapid antigen, maka tidak perlu dilakukan pengetesan.

“Ini cara yang dilakukan kepolisian untuk melakukan checking (pengecekan) dari orang-orang yang melakukan perjalanan. Yang sudah bawa izin dan hasil tes maka dipersilakan jalan, tapi yang tidak bawa hasil tes langsung dites di sini,” kata Ganjar.

Gubernur Ganjar meninjau lokasi rapid antigen drive thru di rest area tol KM379. (MURIANEWS/Istimewa)

Ia menerangkan pengetesan acak itu sebagai upaya skrining. Maka, Ia berharap kepolisian Polres Batang bersama TNI bisa mendukung upaya yang dilakukan pemerintah itu.

Kamis (6/5/2021) hari ini Gubernur Ganjar Pranowo juga kembali turun ke jalan untuk memantau dan ikut melakukan penyekatan terhadap pemudik. Ganjar memeriksa pengendara yang melintas di gerbang tol.

Lokasi pertama yang dicek Ganjar adalah gerbang tol Kalikangkung Kota Semarang. Di tempat itu, Ganjar bahkan ikut bersama petugas mencegat semua kendaraan yang masuk ke pintu gerbang tol itu.

Kendaraan yang berpelat luar kota khususnya Jakarta, Bandung dan sekitarnya, langsung diberhentikan petugas untuk diperiksa kelengkapannya. Seperti petugas polisi, ia juga ikut mengintrogasi penumpang dalam kendaraan itu.

Namun hanya beberapa kendaraan saja yang melintas di pintu tol Kalikangkung itu. Kondisinya sepi dan tidak ramai seperti hari biasa. Beberapa kendaraan plat Jakarta atau luar Jateng yang diberhentikan, semuanya sudah mengantongi surat izin sesuai persyaratan.

“Ini hari pertama penyekatan larangan mudik, maka saya cek kondisinya. Ternyata landai, sampai hari ini tidak ada peningkatan berarti. Kalau melihat frekuensi seperti ini, insyaallah berjalan baik,” kata Ganjar.

Prediksi lonjakan pemudik pada dua hari sebelumnya ternyata tidak terjadi. Sampai hari ini, pemudik yang datang ke Jateng masih landai.

“Sampai kemarin, total pemudik yang sudah masuk ke Jateng sesuai aplikasi Jogo Tonggo sekitar 8600. Itu yang terbanyak dari Wonogiri,” jelasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengintrogasi sopir travel yang membawa penumpang tak mematuhi prokes. (MURIANEWS/Istimewa)

Sementara saat melakukan pemeriksaan di exit tol Sragen, Ganjar dan petugas menemukan mobil travel bernopol Jakarta. Mobil yang membawa rombongan pengantin dari Klaten menuju Ngawi itu diketahui melanggar protokol kesehatan.

Sopir yang membawa mobil itu mengatakan bahwa mereka berasal dari Klaten. Mereka merupakan rombongan keluarga yang hendak ke acara pernikahan. “Ini dari Klaten pak, mau ke Ngawi. Mau acara pernikahan,” ucap sopir itu.

Ganjar pun meminta petugas benar-benar mengecek apakah benar rombongan itu merupakan rombongan pernikahan. Selain itu, ia juga meminta petugas melakukan tes kepada penumpang di mobil itu karena mereka tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Lho ini bahaya, itu lihat di dalam tidak berjarak. Semuanya umpel-umpelan. Jangan sampai jadi klaster. Tolong dites semua pak,” perintah Ganjar.

Ganjar mengapresiasi petugas yang sigap melakukan pengecekan itu. Sehingga, dengan antisipasi semacam ini, diharapkan tidak terjadi peningkatan kasus.

“Tadi ada travel, pelatnya luar Jateng tapi ngakunya dari Klaten. Ada selembar surat dari desa, tapi tidak ada tes antigen. Saya minta dites semuanya, karena ini penting menjaga kesehatan,” kata Ganjar.

Sebab dari pantauannya, travel tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan. Cara duduk mereka berhimpitan dan sangat membahayakan.

“Kalau toh alasannya benar mau pernikahan, ini dikhawatirkan jadi klaster baru. Saya minta dicek dan terimakasih petugas sigap,” ucapnya.

Disinggung terkait jumlah pemudik yang masuk dari pintu utama Jateng wilayah Timur, Ganjar mengatakan belum terlihat mengkhawatirkan. Namun dipastikan, pemudik dari wilayah Timur lebih sedikit dibanding wilayah Barat.

“Pemudik yang dari Jatim dan daerah sekitarnya sampai hari ini belum banyak. Belum begitu terasa sampai hari ini, dan landai-landai saja. Tetap yang paling banyak itu dari Barat seperti Jakarta, Bodetabek dan sekitarnya,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...