Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pasir di Perairan Balong Jepara Akan Dikeruk Sekitar Lima Juta Kubik

Kondisi Pantai Mahbang di Desa Balong Jepara yang terus tergerus abrasi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dua perusahaan akan melakukan pengerukan pasir di Perairan Balong Jepara. Total pasir yang akan dikeruk diperkirakan mencapai lima juta kubik.

Dua perusahaan yang akan mengeksploitasi perairan Balong adalah PT Bumi Tambang Indonesia (BTI) dan PT Energi Alam Lestari (EAL). Luas perairan yang akan dikeruk yakni 2.339 hektare oleh PT BTI dan 1.050 hektare oleh PT EAL.

Sejak digulirkannya rencana penambangan tersebut, rangkaian penolakan terus menguat. Sebagian masyarakat menganggap pengerukan tersebut akan berdampak buruk bagi kelangsungan ekosistem laut dan lingkungan di sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Elida Farikha mengatakan, saat ini proses yang ditempuh perusahaan masih penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Penyusunan AMDAL ini berlansung selama enam bulan, terhitung sejak Maret 2021 lalu. Untuk itu, pihaknya berharap agar semua pihak menunggu hasil kajian yang tengah dilakukan.

Pihaknya tak menampik bahwa sebagian masyarakat khawatir dengan kemungkinan ancaman lingkungan atas proyek tersebut. Misalnya terkait abrasi yang ditakutkan sebagian orang.

“Misalnya soal abrasi, jika semula hanya 1 meter, tapi kalau nanti ada penambangan menjadi 4 meter. Tentunya akan dilakukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan,” katanya, Kamis (6/5/2021).

Pasir dari Perairan Balong ini rencananya akan digunakan untuk menguruk tanggul pada proyek tol Semarang-Demak tersebut. Dalam proyek itu, informasi yang dia dapatkan membutuhkan sekitar lima juta kubik pasir dari Perairan Balong.  “Kira-kira ya, sekitar lima juta kubik pasir. Tapi itu belum pasti angkanya,” terang dia.

Baca: Suara Penolakan Tambang Pasir Laut Menggelora di Balong Jepara

Elida menyatakan, perusahaan tersebut telah mencari lokasi penambangan sejak 2018 lalu. Saat ini, mereka hanya punya izin eksplorasi. Tetapi tidak memiliki izin eksploitasi.

“Sekali lagi kami tekankan, ini proyek nasional. Yang mengeluarkan AMDAL itu bukan kami. Tapi pemerintah provinsi. Kami hanya menjadi penyambung informasi dari warga ke provinsi dan sebaliknya,” tegas Elida.

Terkait dengan informasi tentang ketebalan pasir yang akan dikeruk, Elida menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari perusahaan, kedalaman pasir yang akan dikeruk hanya sekitar 30 sentimeter.

“Informasi yang beredar kan, simpang siur. Ada yang bilang kedalaman yang dikeruk sampai 4 meter. Padahal, 4 meter itu hasil kajian ketebalan rata-rata pasir yang ada di lokasi tersebut,” pungkas Elida.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...