Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Polri Ingatkan Pemudik Pemalsu Dokumen Mudik Bakal Dipidana

Aparat kepolisian saat mengatur arus lalu lintas di musim mudik dan balik Lebaran 2019. (istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono, mengatakan akan mengawasi ketat dokumen warga yang mudik dalam pengecualian. Upaya itu dilakukan untuk membuat para pemudik patih. Apalagi, ada jeratan hukum yang melakukan pemalsuan dokumen.

“Kita akan cek. (Sanksi) pidana kalau ada dokumen palsu,” kata Istiono setelah menghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta seperti dikutip Solopos.com, Rabu (5/5/2021).

Istiono menjelaskan, dalam kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 yang akan dimulai Kamis (6/5/2021) besok memang ada sejumlah pengecualian bagi warga yang punya keperluan mendesak untuk mudik selama kebijakan larangan tersebut berlaku.

Salah satunya warga yang hendak pulang dengan alasan ada urusan kedukaan. Perjalanan mudik tersebut harus menyertakan surat izin dari pemerintah dan keterangan bebas Covid-19.

“Ini yang akan kami awasi, kalau ada yang berani memalsukan dokumen siap-siap dipidana,” ujar Istiono

Karena itu, Korlantas Polri akan menyiagakan 155.000 personel gabungan TNI-Polri dan sejumlah instansi dalam Operasi Ketupat tahun ini. Ratusan ribu personel itu akan berjaga di 381 pos pengamanan.

Menurut Istiono, sejumlah warga yang terpaksa mudik karena urusan kedukaan harus membawa bukti keterangan dari kepala desa hingga bebas Covid-19.

Dia menyebut, jika surat keterangan tersebut benar, pihaknya akan mengizinkan warga melanjutkan perjalanan mudik.

“Kalau memang dia kepentingannya benar, ini adalah operasi kemanusiaan kita pertimbangkan [lanjut mudik]. Kalau dia juga ternyata positif, ya kita rekomendasikan untuk isolasi mandiri atau kita bawa ke rumah sakit untuk tindak lanjutnya,” sebut Istiono.

Polri diketahui menerapkan Operasi Ketupat pada 6-17 Mei mendatang serta menurunkan ratusan ribu personel mengawasi warga yang masih mencoba mudik. Masyarakat pun diminta agar tidak berspekulasi merasa masih bisa lolos mudik.

“Tanggal 6-17 Mei, Operasi Ketupat ini sudah dilarang mudik. Tidak usah coba-coba spekulasi mengatakan akan tembus [penjagaan] nantinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus, di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Yusri mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi dari kebijakan larangan mudik Lebaran tahun lalu. Sejumlah lokasi yang masih bisa dilalui masyarakat mudik colongan kini akan didirikan pos pengamanan.

“Kami sudah evaluasi belajar dari tahun kemarin ada beberapa pos jalur tikus, yang kemarin sempat bocor, sekarang ini sudah kita tempatkan pos-pos pengamanan kita bangun di sana. Tidak usah berspekulasi [bisa lolos mudik],” ungkap Yusri.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...