Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Lurah Gajahan Solo yang Dicopot Gara-Gara Pungli Dapat Dukungan Warga, Begini Respon Gibran

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Mapolres Solo, Rabu (5/5/2021). (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

MURIANEWS, Solo —Lurah Gajahan, Suparno, yang dicopot dari jabatannya setelah kasus pungutan liar (pungli) di wilayah Gajahan, Pasar Kliwon, Solo terungkap mendapatkan dukungan dari warga.

Dukungan tersebut bahkan direalisasikan dengan memasang tulisan spanduk dukungan di Kantor Kelurahan Gajahan pada Senin (3/5/2021) dini hari. Mereka juga menggalang tanda tangan warga untuk mendukung Suparno.

Warga beralasan Suparno orang yang baik, bahkan sering mau menombok untuk iuran biaya mengurus sampah.

Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo meminta warga setempat menyampaikan aspirasi dengan surat resmi supaya lebih terarah. Dia khawatir pemakaian spanduk bisa ditunggangi orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada beberapa MMT yang dipasang pemuda-pemuda di sana [warga Gajahan] intinya dengan adanya kejadian kemarin butuh kejelasan. Kami kumpulkan dan memberikan informasi mulai dari awal sampai akhir sehingga mereka menerima untuk menyampaikan aspirasi yang lebih terarah,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Terkait hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka justru mempertanyakan kenapa kasus pungutan liar justru ada yang warga yang mendukung.

Gibran saat dijumpai wartawan, di Mapolresta Solo, pada Rabu (5/5/2021) mengatakan sejauh ini tidak ada temuan pungli di lokasi lain.

Ia menyebut poin terpenting saat ini kasus yang mengakibatkan Lurah Gajahan dibebastugaskan itu telah selesai. Kasus itu juga telah selesai saat Lurah Gajahan dibebastugaskan dan uang pungli dikembalikan.

“Soal spanduk itu ya ketika menjadi pimpinan pro kontra itu sudah biasa. Saya jelaskan lagi, Lurah sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya. Keputusan saya tidak saya ubah, tetap bebas tugas,” papar dia.

Lebih lanjut, Gibran justru mempertanyakan warga yang mendukung pungutan liar itu. Ia mempersilakan warga untuk mendukung lurah itu namun ia meyakini lebih banyak mendapat dukungan.

“Biasakan yang benar! Jangan membenarkan yang biasa,” tutup dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...