Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jika Bukan Karena Chelsea, Tony Kross Sudah Koleksi Lima Piala Champions

Tony Kross. mendendam Chelsea. (marca.com/ PABLO GARCÍA)

MURIANEWS, Manchester- Pemain tengah Real Madrid, Tony Kross menjadi salah satu pihak yang paling berkepentingan untuk bisa menyingkirkan Chelsea dari perburuan final Piala Champions. Real Madrid akan menghadapi Chelsea pada Kamis (6/5/2021) dinihari nanti, di leg kedua semifinal Liga Champions.

Bahkan bisa dibilang, Tony Kross akan menghadapi dua kemungkinan dari partai ini. Kemungkinan pertama, dia akan menuntaskan dendam pada Chelsea jika berhasil menyingkarkannya.

Sebaliknya, jika Real Madrid yang tersingkir, maka dendam Tony Kross akan berlipat-lipat dan mungkin tidak akan dilupakan sepanjang hidupnya. Kenapa bisa sedemikian rumit urusannya?

Saat ini, Kross merupakan salah satu pemain beruntung di Real Madrid. Diriya sudah mengoleksi 4 gelar Piala Champions. Tiga diantaranya didapatkan bersama Madrid secara beruturut-turut di 2016, 2017 dan 2018.

Satu gelar Piala Champions, sebelumnya sudah didapatkannya saat berseragam Bayern Muenchen. Saat itu, Muenchen mengalahkan Dormund di Webley pada edisi 2013, dan ini adalah Piala Champions pertamanya di kesempatan kedua.

Kesempatan pertama Kross untuk bisa mendapatkan Piala Champions untuk kali pertama adalah pada 2012. Saat itu Kross yang masih muda menjadi mesin utama Muenchen untuk meraih juara. Saat itu Muenchen bahkan mampu menyingkirkan Madrid yang diasuh Mourinho. Namun di final, Chelsea menghancurkan mimpinya meraih Si Kuping Besar.

Pada 19 Mei 2012, sebuah pertandingan yang sulit bagi Bayern dan Chelsea yang saat itu dilatih oleh Roberto Di Matteo. Sepanjang babak pertandingan sangat seru, dengan Muenchen lebih banyak memegang kendali.

Menit ke-83, Muenchen berhasil mencetak gol melalui Muller, setelah memapaki umpan jauh Kross. Semuanya sudah membayang di depan mata, sebab semua yakin waktu 7 menit tidak akan cukup bagi Chelsea.

Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan. Chelsea masih mampu memaksakan perpanjangan waktu, setelah Drogba mampu mencetak gol penyama. Di tambahan waktu, situasinya tidak jauh beda, dengan Muechen lebih mendominasi. Tapi justru adu tendangan pinalti yang akhirnya mengirim piala itu ke London.

“Saya sangat menderita dengan kekalahan itu, saya mengalami waktu yang sangat buruk, tetapi sebelum menang Anda juga harus mengalami saat-saat buruk,” katanya mengenang situasi yang terjadi saat itu.

Jika saat itu Muenchen meraih Piala Champions, maka Kross adalah pemain yang langka dengan gelar 5 piala Champions. Inilah dendam Kross pada Chelsea, yang kini berpotensi menghentikan upayanya bersama Madrid mendapatkan Piala Champions ke-5.

Jika Madrid berhasil menyingkirkan Chelsea, maka kesempatan Kross untuk berpeluang mendapatkan piala Champions ke-5 nya terbuka. Timnya tinggal melewati hadangan Manchester City yang sudah menunggu di Istanbul, Turki.

Dengan semua yang saat ini terjadi di Madrid, Kross tetap optimis, apa yang diinginkannya tetap bisa diwujudkan. “Hal terpenting adalah kualitas yang kami tuju. Kami tahu ini bukan musim yang nyaman, tetapi kami telah mengatasi banyak hal. Kami berada di bulan Mei dan masih memiliki kesempatan memenangkan dua kompetisi. Kami lelah, tapi itu normal,” tambahya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: marca.com

Comments
Loading...