Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bupati Jepara Dian Kristiandi Saksikan Pemulasaraan Jenazah Pasien Probable Covid-19

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan duka cita kepada keluarga pasien probable Covid-19 di sela-sela menyaksikan pemulasaran jenazah di RSI Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi menyaksikan prosesi pemulasaraan jenazah pasien probable Covid-19, di kamar mayat Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin, Selasa (4/5/2021) malam.

Pria yang akrab disapa Andi itu pun hadir mengenakan alat pelindung diri (APD). Begitu pula para petugas pengurus jenazah, dan satu orang perwakilan keluarga memakai APD lengkap. Sedangkan keluarga yang lain dapat melihat dari balik pintu, yang sebagian terbuat dari kaca.

“Pihak keluarga, istri, menyaksikan secara langsung dan ikut juga mengambil bagian dalam memandikan almarhum suaminya,” ujar bupati.

Andi ingin meyakinkan warganya, jika proses pemulasaraan jenazah yang meninggal akibat virus corona di RSI sudah sesuai dengan syariat. Di samping itu sesuai standar opersional prosedur (SOP), atau protokol kesehatan yang berlaku.

“Tadi telah sama-sama kita saksikan prosesi, mulai dari memandikan, mengkafani, dan menyaksikan saat disalati,” kata dia.

Proses pemulasaran jenazah probable Covid-19 di RSI Sultan Hadlirin Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

Untuk itu warga diharapkan tidak lagi khawatir, dengan proses pemulasaraan jenazah Covid-19 di rumah sakit, hingga prosesi penguburan.

Sebelumnya, juga ramai keraguan warga soal penyucian jasad korban virus korona dengan metode tayamum. Prosedur tersebut pun telah sesuai ketentuan syariat, dan atas dasar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kendati demikian, untuk menjawab keraguan itu meski berisiko, pertama kalinya pihak RSI Sultan Hadlirin mengganti metode pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Yakni yang semula dengan cara tayamum, kini menggunakan air yang mengalir.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSI Sultan Hadlirin Gunawan Waluyo Sudarso menuturkan, penggantian metode ini merupakan komitmennya, untuk menjawab aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat.

“Semoga saja insyallah kami seterusnya bisa istikamah. Kami mohon doa restu semoga menangani covid ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Sub Bagian Bimbingan dan Pelayanan Islam RSI Jepara Ahmad Fajar Inhadl menjelasakan, beberapa SOP pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Di mulai dari ruang isolasi najis dibersihkan terlebih dahulu.

Lalu lubang-lubang tubuh yang berpotensi menularkan virus ditutup, dengan kapas yang telah dibasahi klorin.

Dari ruang isolasi, jenazah dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan pemandian. Prosesnya sama seperti protokol sebelumnya. Namun, bedanya dahulu tayamum, sekarang digantikan dengan memandikan pakai air mengalir.

“Airnya air biasa yang dicampur klorin, selebihnya biasa,” terang pria yang juga penanggungjawab kamar jenazah RSI.

Pantauan di lapangan, selesai dimandikan dan dikafani jenazah kemudian disalatkan. Tiga petugas RSI Sultan Hadlirin tampak khusyuk menunaikan salat.

Sementara sang istri yang masih di dalam ruangan terlihat duduk, tak henti-hentinya menatap jasad suaminya di atas ranjang.

Bupati Jepara Dian Kristiandi yang telah keluar ruangan dan melepas pakaian pelindung,  beranjak menghampiri keluarga yang lain di balik pintu. Ia mengucapkan dukacita atas meninggalnya salah satu anggota familinya. Mereka lantas tampak tegar dan menerima kenyataan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...