Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Final Liga Champions Untuk Manchester City, Masuk Akal Setelah Lima Tahun

Mahrez, bawa City ke pertandingan puncak.(manchestereveningnews.co.uk/PAUL ELLIS / AFP via Getty Images)

MURIANEWS, Manchester- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menyatakan dirinya sangat bangga dengan pencapaian para pemainnya. Usai mengalahkan PSG, 2-0 di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (5/5/2021) dinihari WIB tadi, Guardiola menyampaikan terima kasih kepada para pemain dan seluruh bagian Manchester City.

“Untuk kami semua, [bagian] klub. Sangat bangga, pikiran pertama saya selalu untuk para pemain yang tidak bermain hari ini, saya tahu bagi mereka itu selalu sangat sulit. Mereka ingin bermain tetapi semua orang memberikan kontribusi mereka di musim Liga Champions ini. Sekarang waktunya menikmatinya, selangkah ke Premier League dan punya waktu 2-3 minggu untuk persiapan final,” ujarnya usai pertandingan.

Tentang pertandingan, PSG dinilai Guardiola menempatkan banyak pemain di lini tengah. Di sana ada Verrati, Paredes, Herrera, dan Neymar dan juga Di Maria. Sehingga menimbulkan sedikit kesulitan diawal.

Namun akhirnya, Manchester City berhasil melakukan penyesuaian atas yang diperlihatkan mereka. Selanjutnya, bisa ‘melompat’ lebih baik dan mendapatkan kembali permainan lebih cepat.

“Kami menyesuaikan diri pada paruh waktu. Kami melompat jauh lebih baik, mendapatkan kembali bola lebih cepat. Hari ini fantastis cara kami bermain, agregat 4-1. Sekarang saatnya untuk merayakan.,” tuturnya.

PSG menurutny adalah pesaing besar. Mereka menjadi runner up tahun lalu dan di liga Prancis memenangkan liga setiap tahun. Tim ini dibangun dengan mentalitas untuk menjadi pesaing besar.

Mereka berjuang sampai akhir. Dengan Verratti, Paredes, Neymar dan semuanya sebagai contoh besarnya. Namun kali ini timnya bisa bermain sangat tenang, dan bertahan dengan sangat baik.

“Kami menderita bersama, bertahan di dalam dengan sangat baik, dan kami berhasil. Kami berada di final Liga Champions. Saya kira inilah kata-kata yang paling bagus,” tambahnya.

Sedangkan sang pencetak gol kemenangan Manchester City, Riyad Marez menyatakan, melawan PSG merupakan pertandingan yang sangat luar biasa bagi dirinya. Meski timnya sempat tidak memulai dengan baik, namun berhasil mendapatkan hasil yang bagus.

“Ini adalah pertandingan yang sangat bagus. Kami sempat tidak memulai dengan baik. Saya tidak berpikir kami [bisa] ‘memiliki’ babak pertama yang sangat bagus, tetapi kemudian kami mencetak gol,” kata Mahrez pada kesempatan pertama usai pertandingan.

Sementara itu pemain PSG, Marco Verratti menyebut City pantas berada di final. Mereka pantas mendapatkannya, karena telah bekerja dengan pelatih yang sama selama enam atau tujuh tahun.

Diluar hasil yang mengecewakan, Verrati tetap bangga pada timnya. Karena hanya dalam dua tahun PSG sudah mampu mencapai final dan semifinal. PSG akan melanjutkan ini, karena pelatih mereka baru lima bulan bertugas.

Verratti juga menyatakan, sampai sebelum kartu merah diterima Di Maria, timnya masih percaya bisa membuat kejutan. Karena ada banyak peluang yang di ciptakan timnya. Selain itu, PSG bermain lebih bagus saat itu.

“Kami berjuang sampai akhir. Kami bisa saling menatap mata, setelah mencoba segalanya. Itu dua tahun berturut-turut, kami mencapai empat besar. Kami melakukan perjalanan yang bagus. Saya tidak tahu harus berkata apa: kami ingin mencapai final dan kami tidak bisa melakukannya,” ujar Verratti.

“Ketika Anda bermain melawan tim-tim besar, mustahil untuk menyerang selama 90 menit tanpa menderita. Kami harus menerimanya. Hari ini kami bermain dengan banyak kepribadian. Saya tidak berpikir City melakukan tembakan di babak pertama selain gol mereka,” pungkasnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: manchestereveningnews.co.uk

Comments
Loading...