Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Suara Penolakan Tambang Pasir Laut Menggelora di Balong Jepara

Juwariyah membawa kertas bertuliskan penolakan rencana tambang pasir di Perairan Balong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Geraakan penolak rencana tambang pasir laut di perairan Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara terus membesar. Tidak hanya warga setempat, dukungan penolakan juga datang dari sejumlah aliansi aktivis dalam dan luar Kota Ukir.

Sejak bergulirnya rencana penambangan pasir laut tersebut, warga Balong bersama Forum Pinggir Jepara, sebuah komunitas yang konsen dengan isu-isu lingkungan, keberagaman, dan sesuatu yang terpinggirkan, menggalang massa untuk menolak.

“Balong Wani”, “Balong Melawan”, dan “Balong Tolak Tambang Pasir Laut” terus digelorakan dalam berbagai kesempatan dan platform media. Tidak hanya di Balong, seruan penolakan juga digaungkan di beberapa tempat umum. Seperti di Bundaran Ngabul Jepara.

Bahkan, ketika memasuki Desa Balong, setiap orang akan dihadapkan dengan spanduk-spanduk bertuliskan kalimat-kalimat perlawanan. Mulai dari gapura, persimpangan jalan, sampai lokasi Pantai Mahbang yang menjadi daratan terdekat dengan titik rencana pengerukan pasir laut itu.

Spanduk penolakan tanbang pasir laut di gerbang masuk Desa Balong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Selain warga setempat dan Forum Pinggir Jepara, massa yang menyatakan dukungan penolakan hadir dari berbagai daerah. Seperti BEM Universitas Muria Kudus (UMK), Aliansi Mahasiswa Kudus, LBH Semarang, Walhi Jateng, GUSDURian Semarang, dan sejumlah aliansi lainnya.

Baca: Sempat Disogok Rp 50 Ribu, Warga Balong Jepara Pastikan Tetap Tolak Tambang Pasir

Dafiq, koordinator aksi penolakan mengaku telah banyak mendapat dukungan dari banyak aliansi dan aktivis. Mereka mengaku siap jika kondisi memaksa untuk melakukan aksi penolakan secara langsung. Namun, karena masih kondisi pandemi, pihaknya menahan adanya kerumunan massa.

“Sebenarnya massa aksi sudah banyak yang dari luar sini. Tapi kita tetap menghormati Satgas Covid-19 karena masih pandemi. Jadi, kalaupun ada aksi, kami lakukan terbatas,” ungkap Dafiq usai menggelar aksi penolakan saat DLH Jepara dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng menyurvei lokasi di Pantai Mahbang, Selasa (4/5/2021).

Baca: Ada Oknum Diduga Penyusup, Survei Lokasi Tambang Pasir di Balong Jepara Ricuh

Sebagian besar warga setempat solid menolak rencana tambang pasir laut tersebut. Salah satunya adalah Juwariyah.

Ia adalah ibu-ibu yang memiliki sawah di bibir Pantai Mahbang. Sawahnya sudah terkena abrasi sejak lama.

Saat survei tersebut, Juwariyah dengan emosional memarahi aparat dan pihak pemerintah yang datang. Sambil berteriak, dia bersumpah tidak rela jika rencana penambangan pasir itu benar-benar dilakukan.

Wong Balong ora terima. Pokoke wong Balong Wani. (Orang Balong tidak terima. Pokoknya orang Balong Berani),” pekik Juwariyah di hadapan aparat dan petugas dinas.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...