Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tuntut THR Segera Dicairkan, Buruh Pabrik PT SSG Sukoharjo Demo

Puluhan karyawan PT Sanggit Santosa Garmindo (SSG) berkumpul di halaman pabrik di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (4/5/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

MURIANEWS, Sukoharjo – Puluhan buruh pabrik PT Sanggit Santosa Garmindo (SSG) di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo menggelar aksi di depan pabrik, Selasa (4/5/2021). Mereka menuntut perusahaan segera membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tak kunjung cair.

Aksi tersebut dijaga ketat anggota TNI-Polri di lokasi pabrik sejak pagi hari. Sebagian karyawan pabrik diminta pulang guna mencegah kerumunan massa yang berisiko terjadi penularan Covid-19. Hanya perwakilan karyawan pabrik yang diperbolehkan masuk ke dalam pabrik.

Seorang buruh pabrik PT SSG Sukoharjo yang ikut demo, Yayuk, mengatakan para karyawan tidak menerima THR pada Lebaran 2020. Manajemen perusahaan berdalih kondisi finansial kurang sehat lantaran minimnya order atau permintaan dari buyer selama pandemi Covid-19.

Kemudian, manajemen perusahaan menjanjikan bakal membayarkan THR sebesar 30 persen pada Desember 2020. “Hingga sekarang, kami belum menerima THR 2020. Padahal, pekan depan sudah Lebaran 2021. Jika tak dibayarkan kami dua kali Lebaran tak menerima THR,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Yayuk dan karyawan lainnya tak meminta manajemen perusahaan membayar THR secara penuh. Mereka memahami kondisi keuangan perusahaan akibat pandemi Covid-19.

Mereka pun tak mempermasalahkan jika pembayaran THR dicicil oleh manajemen perusahaan. Jumlah karyawan PT SSG sekitar 150 orang. THR setiap karyawan diharapkan dibayarkan pada pekan ini.

Para karyawan membutuhkan uang untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari saat perayaan Lebaran. “THR harus dibayarkan pada pekan ini. Pembayaran THR merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi perusahaan dan diatur perundang-undangan,” ujarnya dalam demo buruh pabrik PT SSG Sukoharjo itu.

Pemilik PT SSG, Luis Susanto, mengungkapkan kondisi keuangan perusahaan tak menentu akibat sepinya order dari pelanggan selama masa pandemi Covid-19.

Perusahaan tetap berkomitmen membayarkan THR kepada karyawan dengan dicicil dua kali. Nominal THR karyawan sesuai Upah Mininum Kabupaten (UMK) Sukoharjo yakni Rp 1,98 juta.

Perusahaan bakal membayarkan THR senilai Rp 980 ribu maksimal pada akhir pekan ini. Kemudian, THR senilai Rp 1 juta dibayarkan pada pekan depan.

“Sekarang kondisi semua serbasulit. Sebenarnya, kami minta diberi kelonggaran dicicil empat kali. Namun, para karyawan ngotot meminta dicicil dua kali. Kami akan usahakan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disperinaker Sukoharjo, Suharno, mengatakan pembayaran THR bagi pekerja diatur dalam surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan.

Perusahaan diwajibkan memenuhi salah satu hak pekerja yakni membayarkan THR sebelum Lebaran

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...