Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sempat Disogok Rp 50 Ribu, Warga Balong Jepara Pastikan Tetap Tolak Tambang Pasir

Warga melakukan aski penolakan rencana penambangan pasir di Perairan Balong, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara- Sebagian warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara memastikan tetap solid menolak rencana penambangan pasir di perairan tersebut. Meskipun sempat ada orang yang menyogok dengan memberikan uang Rp 50 ribu.

Dafiq, warga setempat sekaligus koordinator aksi mengaku telah mengetahui bahwa beberapa waktu lalu sejumlah warga mendapatkan sogokan berupa uang Rp 50 ribu. Namun, pihaknya belum mengetahui persis siapa pemberi uang itu.

“Kemarin beredar tanda tangan (persetujuan warga Balong, red) diberi uang Rp 50 ribu. Masyarakat tidak tahu. Katanya dari orang yang akan ikut pencalonan bupati. Tapi belum jelas juga,” terang Dafiq, Selasa (4/5/2021).

Dafiq menjelaskan, penyogokan tersebut merupakan dampak ketidaktahuan masyarakat pada proyek pengerukan pasir laut yang akan digunakan untuk menguruk proyek tol Semarang-Demak. Pihaknya mengetahui rencana proyek itu baru pada Maret 2021 lalu. Saat ada undangan sosialisasi dari pemegang proyek.

Selain akan berdampak buruk pada ekosistem laut, kata Dafiq, pengerukan pasir itu akan mengancam daratan di bibir pantai. Bahkan, saat ini pun ribuan meter sawah warga telah hilang akibat abrasi.

“Banyak warga yang sawahnya hilang karena abrasi. Ada yang awalnya luas sawahnya hampir 2000 meter. Sekarang tinggal 450 meter. Bayangkan kalau nanti ada pengerukan, tentu ombak akan lebih besar menghantam daratan,” jelas dia.

Baca: Ada Oknum Diduga Penyusup, Survei Lokasi Tambang Pasir di Balong Jepara Ricuh

Sebagian besar informasi tentang rencana proyek itu tidak diketahui Dafiq dan massa penolak. Terutama tentang kepastian berapa kedalaman dan kapan pengerukan itu akan dilaksanakan. Termasuk apakah titik pengerukan terdapat terumbu karang atau tidak.

Untuk itu, Dafiq meminta pemerintah memberikan data detail dan valid terkait pengerukan itu. Pihaknya meminta agar pemerintah mau mengajak warga menyurvei rencana lokasi pengerukan.

“Titik survei itu belum jelas di dalamnya apakah pasir besi atau karang. Jadi kami minta ada survei dan kami diajak agar kita sama-sama tahu,” tegas Dafiq.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...