Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ada Oknum Diduga Penyusup, Survei Lokasi Tambang Pasir di Balong Jepara Ricuh

Massa penolak tambang bersitegang saat dilakukan survei di Pantai Balong. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara dan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah melakukan survei di Pantai Mahbang di Desa Balong, Kecamatan Kembang Jepara, Selasa (4/5/2021).

Saat survei lokasi berlangsung, sempat terjadi ketegangan antarwarga setempat dengan oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Diketahui, pasir di perairan laut Balong akan dikeruk untuk menguruk proyek tol Semarang-Demak. Saat ini, proses yang masih berlangsung adalah penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dari pantauan MURIANEWS, sekitar pukul 10.30 WIB puluhan massa berkumpul di bibir Pantai Mahbang. Mereka melancarkan protes dan aksi penolakan terhadap rencana pengerukan pasir tersebut.

Sambil membawa selebaran berisi kalimat-kalimat protes, mereka mengecam rencana proyek yang berpotensi merusak ekosistem lingkungan itu.

Saat pihak penyurvei hendak melihat bibir pantai yang sudah terkena abrasi, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berseragam hitam yang berniat mengendalikan massa.

Oleh massa, lelaki itu kemudian diusir karena dianggap penyusup. Dia berhasil diusir setelah sebelumnya beradu mulut dengan massa penolak.

Eko, salah satu tokoh massa, mengatakan lelaki tersebut ingin mengambil keuntungan dalam kesempatan proyek tersebut. Dirinya menilai, lelaki itu seolah-olah ingin menjadi komunikator dari pihak massa, bahwa mereka tidak menolak adanya proyek tersebut.

“Dia itu siapa. Bukan warga Balong. Dia itu warga desa sebelah. Warga Balong tidak bisa diatur untuk setuju dengan kemauan proyek itu. Jelas-jelas warga solid menolaknya,” kata Eko.

Baca: Warga Balong Tolak Rencana Pengerukan Pasir di Perairan Balong Jepara untuk Tol Semarang-Demak

Eko mengungkapkan, agenda survei tersebut sebelumnya tidak dikomunikasikan dengan warga setempat secara resmi. Pihaknya hanya mendapat informasi itu dari media sosial.

“Tidak ada informasi ke masyarakat yang jelas. Kapan dan siapa yang datang tidak ada. Malahan kami dapat informasi dari medsos Jumat kemarin. Ini acara tiba-tiba. Jadi pemerintah desa tidak ada informasi sama sekali,” jelas Eko.

Sementara itu, Elida Farikha, Kepala DLH Jepara tidak berkenan memberikan informasi lebih banyak saat di lokasi survei. Dirinya mengaku hanya ingin menyurvei lokasi abrasi di bibir pantai. “Ini cuma survei saja. Survei abrasi. Saat ini kan, masih dalam penyusunan AMDAL,” ujar Elida.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...