Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Mudik Dilarang, Okupansi Hotel di Jepara Diprediksi Tak Sampai 50 Persen

Kondisi salah satu hotel di Pantai Bandengan Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Jepara diprediksi akan minim. Kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini menjadi penyebab utama persoalan tersebut.

Dodi Iskandar, Sekertaris Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Jepara bahkan memprediksi tingkat okupansi hotel di Jepara tak sampai 50 persen. “Penyebabnya, ya, akibat adanya kebijakan larangan mudik ini,” kata Dodi, Selasa (4/5/2021).

Ia mengungkapkan, kondisi okupansi tahun ini tak beranjak dari tahun lalu. Karena kondisinya masih sama-sama pandemi. Tahun lalu, tingkat okupansi tidak sampai 50 persen.

Jika melihat momentum-momentum libur Lebaran sebelum pandemi, lanjut Dodi, tingkat okupansi hotel bahkan sudah penuh sebelum Lebaran. Orang-orang memesan kamar jauh hari sebelum lebaran. Terutama hotel yang lokasinya di dekat pantai.

Kendati demikian, Dodi tetap menggantungkan berharap kebijakan pembukaan objek wisata pada musim libur Lebaran dapat mendongkrak tingkat hunian kamar hotel. Meskipun, peningkatannya tidak signifikan.

Untuk menghadapi pembukaan pariwisata, Dodi menambahkan, sejumlah hotel di Bumi Kartini telah mengantongi sertifikat clean, health, safety, dan environment (CHSE). Yaitu, penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung dan semua karyawan hotel.

“Kalau di hotel kami, sertifikat itu sudah kami peroleh sejak September tahun lalu,” pungkas Dodi.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...