Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pep Guardiola: “Tetap Tenang, Ambil Bola, dan Rebut Momentum Untuk Menang”

Pep Guardiola, Manajer Man City. (manchestereveningnews.co.uk)

MURIANEWS, Manchester- Para pemain Manchester City diminta untuk terus mengingat apa tujuan mereka bermain di Liga Champions. Mereka harus bisa mengendalikan semua tekanan yang menghampirinya.

Pernyataan ini disampaikan Pep Guardiola, Manajer Manchester City menjelang pertarungan mereka di leg ke-2 semi final Liga Champions. Man City akan menjamu PSG pada Rabu (5/5/2021), dinihari WIB, di Stadion Old Trafford.

Musim ini Man City melaju lebih jauh dalam keikutsertaannya di Liga Champions. Setelah dalam 4 musim berurutan hanya sampai babak 16 besar. Bahkan saat ini, di semi final leg kedua, mereka sedikit unggul dengan agregat 2-1 atas lawannya itu.

Bagaimanapun Guardiola tetap akan mewaspadai kemungkinan PSG mampu menciptakan kejutan mematikan bagi timnya. Karena Mauricio Pochettino yang saat ini mengatur Chelsea, pernah membuat Guardiola mengalaminya.

Hal ini dialaminya saat berhadapan dengan Spurs yang saat itu di otaki Pochettino di perempat final Liga Champions musim lalu. Saat itu timnya mampu membatalkan keunggulan leg pertama Spurs, beberapa menit pertama. Namun hasil akhirnya menyakinkan bagi City, setelah kalah 2-4 dari Hotspur.

“Tidak ada yang bisa mengendalikan kekacauan itu, saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi besok,” kata Guardiola.

“Aku ingin sekali memberitahumu, tapi aku tidak tahu. Ini masa lalu – pemain berbeda, momen berbeda. Itu bagian dari kenangan kami selama kami di sini dalam karier dan kehidupan kami,” tambahnya merujuk kenangan pahit yang dialaminya itu.

Guardiola juga menyatakan, semua orang memiliki momen-momen indah dan momen-momen mengecewakan. Namun timnya telah membuat kinerja yang luar biasa pada saat itu, meskipun tidak mampu melewatinya dengan hasil baik. Untuk saat ini timnya mencoba untuk mencoba menuju ke final.

Jika para pemainnya tidak dapat mengendalikan ‘kekacauan’ yang mungkin timbul, maka dirinya akan memberi tahu mereka bahwa mereka harus tetap mengendalikan emosi mereka pada moment penting. Tidak perlu ada yang terlalu bersemangat untuk memimpin, dan tidak berkecil hati jika ada hal-hal yang bertentangan dengan mereka.

“Kami tidak akan bermain 90 menit seperti kami bermain di babak kedua di Paris. Itu akan menjadi pertarungan besar. Ada saat-saat untuk menderita, kami akan bereaksi dengan baik dan memaksakan diri. Para pemain harus memvisualisasikan bahwa mereka bisa melakukannya,” beber Guardiola.

“Ini tidak berbeda dengan apa yang mereka lakukan dalam tujuh bulan terakhir, pergi ke sana dan menang. Tidak menuntut sesuatu yang istimewa. Kami telah menjalani pertandingan yang sulit di Liga Premier, level yang sama dengan PSG,” tambahnya lagi.

“Semua pertandingan selalu sulit. Jadi pergi ke sana dan melakukan apa yang telah kami lakukan musim ini, tetap tenang, ambil bola dan mencoba untuk mendapatkan kembali momentum kami dan mencoba untuk menang,” tegasnya dengan yakin.

Guardiola tidak pernah berharap para pemainnya bisa tampil seperti di babak kedua di Paris. Namun yang terpenting adalah seberapa cepat mereka bisa bermain, itulah yang ditekankan pihaknya.

Guardiola juga menolak berbicara banyak tentang PSG yang akan dihadapinya di Etihad nanti. Satu minggu lalu, mereka sudah dihadapi timnya, dan timnya sekali lagi akan melakukan sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan.

“Mereka akan menjadi tim berbahaya yang sama seperti di leg pertama, sama seperti Chelsea, Madrid, Bayern Munich, Barcelona, klub top lainnya di Eropa. Kami akan mencoba mengatasi mereka. Fokus saja pada apa yang harus kami lakukan,” pintanya.

PSG bisa saja merubah permainannya, karena memiliki Pochattino yang pintar. Namun timnya akan fokus pada bagaimana akan bermain. Hanya akan fokus pada kesiapan timnya sendiri.

“Leg kedua semifinal selalu merupakan pertandingan terberat, lebih dari final, kami mengendalikan emosi kami, melakukan apa yang harus kami lakukan. Inilah yang saya cari dan mencoba meyakinkan mereka bahwa ini adalah cara terbaik. untuk menang,” tutupnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: manchestereveningnews.co.uk

 

Comments
Loading...