Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sebut Punya Izin dari Mabes Polri, Beli Kembang Api di Kudus Ini Diklaim Aman

Manajer Marketing toko kembang api Tiga Saudara, Mochammad Ilham Akbar menata dagangan kembang api di tokonya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Toko kembang api Tiga Saudara yang terletak di Pasar Kliwon, Kudus menjual beragam jenis kembang api. Toko tersebut memastikan diri telah mengantongi izin dari kepolisian, sehingga barang-barang yang dijual dipastikan aman.

Manajer Marketing toko kembang api Tiga Saudara Mochammad Ilham Akbar menjelaskan, izin tersebut merupakan izin edar yang resmi dari Mabes Polri.

Ilham-sapaan akrabnya mengatakan, ada lima merek kembang api yang sudah didaftarkan dan mengantongi izin dari Mabes Polri. Kelima merek kembang api itu terdiri dari tiga kembang api impor dan dua kembang api lokal.

Tiga kembang api merek impor yang dijual terdiri dari Flower Basket, Top 167, dan Power Ranger. Sedangkan dua merek lokal yakni merek Yes dan Matador. Kelimanya sudah mengantongi Mabes Polri sejak 2003.

Ilham mengatakan, pihaknya memang memilih untuk mengantongi izin dari Mabes Polri agar lebih aman. Terlebih, kembang api yang dijualnya kebanyakan merupakan barang impor. Yakni dari Tiongkok.

“Supaya teruji keamanannya bagi masyarakat. Kan daya ledak dan sebagainya itu juga diatur di undang-undang. Intinya supaya aman bagi masyarakat,” katanya, Senin (3/5/2021).

Saat ini di toko kembang api yang dikelolanya menjual beragam jenis kembang api. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Kembang api jenis kecil terdiri dari kembang api kawat, mercon banting, air mancur, dan bola-bola. Harga kembang api itu dijual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per packnya.

Sedangkan kembang api jenis besar di antaranya jenis kembang api roman candle, cake, dan lainnnya. Untuk kembang api jenis besar harga berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 5 juta.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...