Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Penjualan Kembang Api di Kudus Tetap Melejit Meski Takbir Keliling Ditiadakan

Berbagai jenis kembang api di toko kembang api Tiga Saudara Kudus.  (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 hingga peniadaan takbir keliling tidak berdampak bagi penjualan kembang api di Kabupaten Kudus. Ini terlihat dari tetap tingginya permintaan kembang api di Kota Kretek.

Bahkan di toko kembang api Tiga Saudara Kudus, permintaanya justru meningkat. Toko kembang api yang ada di lantai satu Pasar Kliwon Kudus ini disebut-sebut paling terbesar di Kudus.

Manager Marketing toko kembang api Tiga Saudara Mochammad Ilham Akbar mengatakan, penjualan kembang api di tempatnya justru naik. Namun, hal ini hanya untuk kembang api jenis kecil.

Kembang api jenis kecil yang dimaksud olehnya seperti kembang api kawat, mercon banting, air mancur, dan bola-bola. Harga kembang api itu dijual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per-packnya.

Menurut Ilham-sapaaan akrab Mochammad Ilham Akbar, kembang api jenis kecil di tempatnya mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu. Pembelinya berasal dari Temanggung, Klaten, Cepu, Tuban, dan Kalimantan.

“Penjualan di sini untuk kembang api kecil meningkat 100 persen. Karena pada nyari ke sini. Soalnya stok di Solo dan Semarang habis. Sehingga larinya ke sini,” katanya, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, pesanan kembang api mulai ramai pada sejak H-3 bulan Ramadan. Lebih lanjut, menurut Ilham biasanya puncak ramainya pembelian terjadi pada H-1 Lebaran.

“H-1 Lebaran biasanya kami gunakan sistem antrean. Karena biasanya bisa sampai seribu antrean,” terang Ilham.

Berbanding terbalik dengan penjualan kembang api kecil yang laris manis, penjualan kembang api besar justru minim pesanan. Menurut Ilham, penyebabnya karena tidak ada takbir keliling. “Harapannya pandemi segera berakhir. Sehingga perekonomian bisa pulih kembali,” harapnya.

Pemkab Kudus sendiri memastikan melarang pelaksanaan takbir keliling pada malam Idulfitri. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kerumunan guna menekan penyebaran Covid-19.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...