Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Hartopo Akui Sudah Banyak Pemudik Masuk Kabupaten Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo memimpin rakor pengarahan antisipasi mudik bersama para kades secara virtual. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan jika Kabupaten Kudus kini telah banyak dimasuki pemudik dari luar daerah. Hal tersebut, dia utarakan dalam rakor pengarahan antisipasi mudik Idulfitri bersama kepala desa secara virtual, Senin (3/5/2021).

Para pemudik, kata Hartopo, memanfaatkan hari-hari sebelum larangan bepergian pada 6-17 Mei 2021 dimulai.

“Mereka memanfaatkan tanggal 22 April sampai 5 Mei ini untuk pulang lebih awal sebelum dilarang,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun segera menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk membangun pos pantau di perbatasan-perbatasan Kudus.

Seperti di Tanggulangin, perbatasan Pati-Kudus, dan perbatasan Kudus-Jepara. “Atau di jalan-jalan yang sekiranya bisa untuk lewat pemudik,” sambung Hartopo.

Untuk menunjang pos pantau, Satgas Jogo Tonggo di 132 desa dan kelurahan diminta untuk segera aktif kembali. Dengan tujuan memantau pemudik yang berhasil lolos dari pos pantau di perbatasan.

Kepala desa dan kepala puskesmas wilayah setempat juga turut diminta untuk berkoordinasi lebih aktif kembali. Terutama terkait kegiatan tracking, tracing, dan treatment (3M) untuk pemudik yang lolos masuk ke Kudus.

”Setelah didata, langsung diskrining dengan menggunakan rapid antigen. Jangan sampai ada yang lolos ataupun terlewat,” tegas dia.

Apabila hasilnya negatif, lanjutnya, maka akan dikembalikan ke keluarga namun tetap dengan pengawasan petugas kesehatan.

Sementara jika hasilnya positif, maka akan segera diisolasi terpusat di Akbid Pemkab Kudus maupun di Rusunawa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus. “Jadi harus ditindak tegas, jika memang bergejala langsung dirawat di rumah sakit,” jelas Hartopo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo menambahkan, pihaknya kini tengah menyusun mapping skrining untuk para pemudik yang lolos di pos perbatasan dan sudah pulang ke rumah. “Tentu akan dilakukan skrining dengan Rapid Antigen,” ungkap dia.

Sementara untuk ketersediaan alat tes tersebut, lanjut Badai, apabila hanya digunakan untuk tracing dan tracking pasien positif saja masih cukup untuk sebulan ke depan.

Namun, apabila ditambah dengan skrining pemudik, pihaknya perlu memperkirakan kembali berapa kebutuhan rapid antigen untuk skrining. “Jika memang kurang akan dilakukan pengadaan,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...