Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Messi Kirim Seruan Positif Untuk 200 Juta Followernya, Minta Pelecehan Melalui Online Diakhiri

Leonel Messi.(goal.com/Getty Image)

MURIANEWS, Barcelona- Di tengah kampanye pemboikotan media sosial yang terjadi di Inggris, Leonel Messi mengeluarkan seruan untuk 200 juta pengikutntya di Instagram. Superstar Barcelona itu mendesak para pengikutnya untuk membantu kampanye mengahiri Pratik pelecehan online.

Praktik diskriminasi di jejaring sosial masih menjadi masalah yang menyita perhatian di Inggris. Klub-klub sepakbola di Inggris mengambil sikap atas hal ini dengan melakukan pemboikotan terhadap medsos Twitter, Facebook dan Instagram akhir pekan ini.

Mereka berusaha meyakinkan perusahaan media sosial, untuk segera mengambil sikap tegas dalam memerangi masalah diskriminasi itu. Leonel Messi yang memiliki 200 juta pengikut menyampaikan seruan agar masalah ini segera diatasi.

“Saya melihat bahwa saya baru saja mencapai 200 juta pengikut di Instagram, tetapi mengingat apa yang terjadi hari ini, saya tidak akan menganggapnya sebagai alasan untuk merayakannya,” tulis Messi dalam sebuah unggahan terbaru di IG-nya.

Messi-2.jpg

“Saya pikir waktunya telah tiba untuk memberikan arti penting kepada orang-orang di balik setiap profil, untuk menyadari bahwa di balik setiap akun, ada seseorang yang memiliki perasaan dan kelemahan,” tambah Messi.

“Kita hidup bersama melihat dan mengalami pelecehan, lebih sering dan lebih buruk setiap kali di jejaring sosial, tanpa ada yang melakukan apa pun untuk menghentikannya,” kali ini Messi mengutarakan keluhannya.

“Saya ingin kalian, 200 juta orang yang mengikuti saya, menjadi 200 juta motivasi untuk menjadikan jaringan media sosial tempat yang aman dan terhormat,” serunya kemudian.

Klub-klub Inggris menyerukan pemboikotan Medsos dengan tidak mengunggah atau memasang koment di akun masing-masing. Ajakan pemboikotan dilakukan sejak Jum’at (30/4/2021) pekan lalu, hingga Senin (3/5/2021) malam waktu Inggris.

Praktik diskriminasi dan pelecehan melalui media sosial, akhir-akhir ini terjadi di Inggris. Korbanya adalah beberapa pemain Liga Inggris. Aksi pemboikotan dilakukan sebagai upaya untuk memaksa para pemilik perusahaan media sosial bisa mengambil sikap untuk melakukan pencegahan.

Aksi ini juga ditujukan agar pemerintah Inggris memastikan bahwa RUU Keamanan Online-nya segera diterapkan. Dengan UU ini, perusahaan media sosial bisa diminyta pertanggungjawaban jaringan atas apa yang terjadi di platform mereka.

Apa yang dilakukan Messi, sejalan dengan apa yang dilakukan Liga Primer, FA, EFL, Liga Super Wanita Inggris, dan juga UEFA. Messi berharap kasus-kasus pelecehan melalui jaringan online bisa segera diakhiri.

Pemboikotan yang dilakukan Liga Premier dan Liga Super Wanita di Inggris bermula dari pelecahan rasisme di medsos yang dialami oleh Marcus Rashford dan Lauern James (Manchester United), Raheem Sterling (penyerang Manchester City), dan Trent Alexander-Arnold (bek Liverpool).

mantan rekan setim Messi di Barcelona, Thierry Henry, sejak Maret lalu telah mengumumkan dirinya akan memboikot media sosial sampai platform berbuat lebih banyak terkait rasisme dan intimidasi.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...