Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tidur Pulas, Pria di Pontianak Ditikam Tetangga Sendiri Hingga Meninggal

ILUSTRASI

MURIANEWS, Pontianak – Nasib nahas dialami Syarif Mustafa. Warga Jalan Komyos Sudarso, Gang Paguyuban Laut, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak itu ditikam oleh tetangganya sendiri yakni Sutikna.

Aksi penikaman bahkan terjadi di pagi hari sekitar pukul 09.30, saat korban tengah tidur pulas, Minggu (2/5/2021).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Rully Robinson Polii menjelaskan, penikaman tersebut terjadi saat korban di rumahnya. Kala itu, korban yang tidur di ruang tengah tiba-tiba dihampiri pelaku.

“Tiba-tiba pelaku yang merupakan tetangga korban datang dengan membawa pisau. Tanpa alasan jelas pelaku langsung menusuk dada korban yang sedang tidur,” kata AKP Rully seperti dikutip Suara.com, Senin (3/5/2021).

Saat penikaman pertama, kata Rully, korban dalam posisi baring dan tidur. Tiba-tiba karena tikaman pada dadanya itu, korban tersadar.

“Dalam keadaan setengah sadar korban bangun. Pelaku yang masih memegang pisau, kembali lagi menusuk punggung korban,” jelas Rully.

Atas kejadian ini, korban mengalami luka robek pada bagian dada dan punggung sehingga harus mendapatkan perawatan dari di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie.

Anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penganiayaan langsung menuju lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, memang benar terdapat bukti adanya penganiayaan menggunakan senjata tajam.

“Ketika itu diduga pelaku posisinya masih berada di dalam rumah korban. Sehingga anggota langsung mengamankan pelaku dan berhasil mengambil barang bukti pisau dapur yang digunakan sebagai alat untuk melakukan penganiayaan terhadap korban,” beber Rully.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polsek Pontianak Barat untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga sampai saat ini, kata Rully, kepolisian masih melakukan penahanan terhadap pelaku penikaman.

“Untuk motif atau penyebab pelaku melakukan penganiayaan ini, masih kita dalami. Yang jelas, atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KHUPidana,” tegas Rully.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...