Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Anjar Jambore Widodo, Asli Purbalingga Tapi Persijap Sejati

Anjar JW, Legenda Persijap yang lain. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara- Anjar Jambore Widodo, adalah salah satu legenda bagi Persijap di era kompetisi modern. Namanya benderang, dalam sejarah panjang Persijap Jepara. Meski lahir di Purbalingga, tapi Anjar JW adalah Persijap sejati.

Anjar JW, adalah pelaku sejarah Persijap, yang menyaksikan dan menjalani jatuh bangunnya klub kebanggaan masyarakat Kota Ukir. Sejak Persijap bermain dari ‘kampung ke kampung’ di level bawah kompetisi nasional, hingga saat menjadi salah satu tim elite di sepak bola nasional, Anjar ada di Persijap.

Memulai karirnya sebagai pemain Persijap Jepara sejak tahun 1993, Anjar JW menjelma menjadi andalan. Salah satu orang yang memantik semangatnya menjadi pesepak bola adalah ayahnya, yang merupakan mantan pelatih tim sepak bola di Purbalingga.

Sejak saat itu, Anjar adalah Persijap dan Persijap adalah Anjar. Pemain ini menjadi bagian dari ‘angkernya’ Stadion Kamal Junaidi bagi lawan-lawan Persijap Jepara. Berbagai kenangan selalu diingat Anjar saat bermain di Stadion Kamal Djunaidi ini.

Dua laga yang selalu ia ingatnya adalah saat Persijap menjamu Persiwangi Banyuwangi, saat Persijap turun berlaga di Kompetisi Divisi I PSSI musim 1995. Saat itu, dia berhasil menjebol jala gawang Persiwangi sebanyak tiga kali, hattrick!.

“Satu pertandingan lainnya adalah saat melawan Perseden Denpasar di Kamal Junaidi. Awalnya kita kalah 0-3. Tapi akhirnya bisa come back menyamakan kedudukan,” kata eks striker Persijap yang dulu bernomor punggung 9 ini, Sabtu (1/5/2021).

Masa keemasan Anjar sebagai pemain adalah saat menjadi kapten Persijap pada rahun 2001. Tak tanggung-tanggung, dia berhasil membawa Persijap untuk pertama kalinya bermain di Divisi Utama. Meskipun hanya bisa bertahan setahun dan kemudian degradasi pada 2002.

Karirnya sebagai pemain terjadi di Persijap Jepara pada tahun 2005, pada saat berusia 32 tahun. Sepanjang karir sepak bolanya, Anjar memang hanya bermain di Persijap Jepara. Sebelumnya dia juga pernah membela Jawa Tengah di arena PON.

Selanjutnya, dimulailah karirnya sebagai pelatih sepak bola. Profesi sebagai pelatih ini dilakukannya meski dirinya juga sudah menjadi salah satu PNS di Pemkab Jepara. Status PNS ini jauh disandangnya saat ia menjadi pemain PON Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah memberikan status PNS bagi semua pemain PON Jateng, ketika itu.

BACA : Saat Tangani Persijap, Empat Bulan Anjar JW Tidak Dapat Bayaran

Diawali saat ditunjuk menjadi asisten pelatih Rudy Keltjes di Liga 1 2004, Anjar memulai karir pelatihnya. Pada saat itu, Anjar JW meski menjadi assisten Rudy Keltjes, ia juga masih merangkap menjadi pemain Persijap.

Dari situ karir kepelatihannya mulai berkembang. Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, ia juga menjadi asisten pelatih Persijap era Sartono Anwar, Junaedi atau BJ era Indonesia Super League (ISL), Agus Yuwono. Selain itu juga menjadi asisten pelatih Persijap asal Jerman, Patrick Ghigani saat bermain Liga Tiga.

Selain itu, karir pelatihnya juga berkembang pesat hingga dirinya pernah menjadi Pelatih PON Jawa Tengah yang berlaga di PON Jawa Barat. Sebelumnya, Anjar juga menjadi Pelatih Tim Pororov Jepara, dan berhasil meraih medali emas di Porprov Solo 2014.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi erje

Comments
Loading...