Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jasa Penukaran Uang Baru di Kudus Mulai Marak Meski Peminat Tak Seramai Dulu

Sugiarti, salah seorang penyedia jasa penukaran uang baru di Jalan Sunan Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Menjelang Hari Raya Idulfitri para penyedia jasa penukaran uang baru mulai menggelar lapaknya di Kota Kretek. Meski pandemi Covid-19 masih menghantui, mereka tetap tetap mengadu nasib menggelar lapak di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga Simpang Tujuh Kudus.

Salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Sugiarti mengatakan, ia sudah menggelar lapaknya selama sepekan lebih. Meski beberapa penyedia jasa lain memilih menggelar lapak saat mendekati Lebaran.

“Saya sudah sembilan hari yang lalu membuka lapak. Jadi penyedia jasa sudah tujuh tahun bersama suami saya. Ini suami saya di Alun-Alun Simpang Tujuh, ” kata warga Pedurungan, Kota Semarang itu, Jumat (30/4/2021).

Dalam semusim, biasanya Sugiarti, bisa meraup laba bersih sebanyak Rp 5-7 juta. Namun, itu berlaku sebelum pandemi.

Warga menukarkan uang baru di jasa pinggir jalan di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya minat penukar jasa uang baru tahun ini cenderung lesu. Lantaran banyaknya warga yang perekonomiannya masih belum stabil dan adanya pelarangan mudik.

” Dulu memang laba bersih bisa Rp 5-7 juta, itu satu kali musim.  Ini sepi, kalau dibandingkan awal pandemi kemarin, masih ramai kemarin. Ya semoga nanti kalau sudah mepet Lebaran bisa ramai, ” ungkapnya.

Di lapaknya tersebut terdapat berbagai macam uang baru yang siap ditukar. Mulai dari pecahan Rp 1.000, Rp 2.000 hingga Rp 20.000. Dirinya mematok tarif jasa penukaran lima hingga sepuluh persen dari banyaknya nominal yang ditukar.

“Kalau masih lama itu lima persen, tapi kalau sudah agak mepet Lebaran sepuluh persen. Biasanya kalau tukarnya banyak juga saya kurangi, ” ucapnya.

Berbeda dengan Reni Rahmawati yang baru membuka jasa penukaran uang semenjak dua hari yang lalu. Menurutnya saat dekat hari Lebaran nanti penyedia jasa tukar uang baru di Kudus bisa membeludak sampai 30-an orang.

“Kalau saya lebih pilih gelar jasa tukar uang menjelang Lebaran, karena biasanya rame itu setelah THR keluar. Tapi belum tahu tahun ini seperti apa karena baru dua hari di sini (Jalan Sunan Kudus),” ucap warga Banget Ayu, Kota Semarang itu.

Sementara itu, Aries salah satu penukar uang mengatakan lebih memilih menukarkan uang di lapak tepi jalan karena tidak harus antre dan tak perlu menunggu. Namun tahun ini, uang yang ditukarkan tak sebanyak seperti sebelumnya.

“Untuk bagi-bagi sama ponakan pas Lebaran. Dulu itu, kalau tukar bisa Rp 3 juta. Tapi sekarang cuma Rp 1 juta saja, karena banyak ponakan yang tidak mudik ke Kudus, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...