Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Imbas Pelarangan Mudik, Ribuan Santri di Kudus Pilih Pulang Lebih Awal

Para santri saat membawa barang-barangnya ke bus di halaman pendapa Kabupaten Kudus saat pemulangan PSBB tahun lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

 

MURIANEWS, Kudus – Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Kretek dipulangkan atau mudik ke kampung halaman lebih awal. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan larangan mudik, tak terkecuali bagi kalangan santri.

Para santri itu dijadwalkan kembali ke pondok mereka masing-masing pada akhir Mei 2021 mendatang.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus mencatat sudah ada sembilan ribuan santri yang mudik lebih awal semenjak tanggal 26 Maret 2021.

Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Kudus Sulthon mengatakan, sudah memberitahukan dan memberikan surat edaran tentang pelarangan mudik ke ponpes- ponpes di Kudus.  Hanya saja, memang ada ribuan santri yang memilih pulang lebih awal.

Dari sebanyak Sembilan ribuan santri di Kudus yang memilih pulang lebih awal. Mereka berasal kan dari 60 pondok pesantren yang berbeda.

“Memang ada sejumlah santri yang pulang lebih awal. Rata-rata santri pulang sebelum pelarangan mudik berlaku, ” katanya, Jumat (30/4/2021).

Meski demikian pihaknya juga sudah mengimbau kepada ponpes dan santri yang pulang agar saat pulang santri dalam kondisi sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Begitu juga sampai kampung halaman harus mengikuti aturan yang ada di daerahnya masing-masing.

“Ponpes juga kebanyakan sudah  sadar, ekstra hati-hati dalam penerapan prokes. Karena mereka tidak ingin ada penularan di ponpes, sejauh ini ponpes di Kudus sudah sangat bagus,” ucapnya.

Terpisah, Pengurus Ponpes Assa’idiyyah Kudus Ustaz Susanto menyebut, semenjak sebelum puasa sudah ada beberapa santrinya yang memilih mudik lebih awal. Penyebabnya karena mengantisipasi larangan mudik mulai berlaku.

“Yang putra ada 25 santri, putri sekitar 20-an santriwati yang pulang yang berasal dari luar daerah. Sekarang masih di pondok sekitar 125-an santri, ” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Ia merincikan, santri dan santriwati yang mudik lebih awal, berasal dari berbagai daerah. Seperti Blora, Jambi, Sumatera, dan Kalimantan.

“Mereka yang pulang ada yang pakai bus, pesawat hingga kapal, nanti kembali ke pondok akhir bulan Mei. Kalau yang masih dipondok ini kebanyakan dari sekitar Kudus saja,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...