Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dua Masjid di Klaten Ini Diminta Tiadakan Iktikaf, Alasannya untuk Hindari Penyebaran Covid-19

Ilustrasi

MURIANEWS, Klaten – Pemkab Klaten memutuskan meniadakan kegiatan iktikaf di dua masjid milik pemda setempat, yakni Masjid Agung Al Aqsha Klaten dan Masjid Raya Klaten selama Ramadan Ini.

Atas keputusan tersebut, para jemaah diminta mematuhi keputusan tersebut guna menghindari risiko penyebaran Covid-19.

Iktikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Hanya, berkaca dari tahun ke tahun, kegiatan ini biasanya mulai ramai pada 10 hari terakhir Ramadan dan rawan membuat orang berkerumun.

“Biasanya mulai 21 Ramadan itu masjid ramai jamaah yang menggelar iktikaf,” kata Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, M. Mujab, di Setda Klaten, Kamis (29/4/2021).

Mujab menjelaskan takmir dua masjid milik Pemkab sepakat untuk meniadakan kegiatan iktikaf pada Ramadan kali ini. Alasannya, takmir tak ingin berisiko ada penularan Covid-19 ketika ada kegiatan tersebut.

“Iktikaf berpotensi ada pengumpulan massa di sana karena biasanya warga menginap di masjid. Untuk Masjid Agung Al Aqsha Klaten dan Masjid Raya Klaten sudah kami putuskan tidak ada iktikaf. Untuk kegiatan lain tetap ada, seperti Salat Tarawih berjamaah atau pun salat fardu, termasuk tadarus,” jelas dia.

Mujab menyarankan peniadaan iktikaf di masjid lain untuk sementara waktu. “Kami sarankan untuk belum boleh dulu karena itu sangat berpotensi [menimbulkan penularan Covid-19]. Kalau pun tetap ada, kami minta protokol kesehatan ketat agar tidak ada risiko penularan Covid-19 di masjid,” ungkap dia.

Di sisi lain, Mujab mengatakan pengumpulan zakat fitrah di masing-masing wilayah tetap ada dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Begitu pula dengan proses distribusi zakat.

Mujab mengatakan distribusi zakat fitrah tidak dilakukan dengan pengambilan ke masjid melalui pembagian kupon. Pembagian wajib secara berkeliling. “Jadi jangan sampai menimbulkan kerumunan. Pembagian zakat nanti door to door. Panitia yang mendatangi para penerima zakat,” kata dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...