Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sekolah-Sekolah di Kudus Diminta Tak Asal Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus Muhtamat meninjau simulasi PTM di SMP 1 Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Muhtamat mendorong Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk melakukan fungsi pengawasan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

Pihak sekolah, lanjut Muhtamat, juga diminta untuk tidak asal menggelar sekolah tatap muka. Mengingat betapa tingginya risiko penularan Covid-19 saat ini.

“Sekolah yang ingin menggelar sekolah tatap muka memang sebaiknya mendapat rekomendasi terlebih dahulu,” kata Muhtamat saat melakukan kunjungan lapangan di SMP 1 Kudus, Jumat (30/4/2021).

Ketika sekolah telah mendapat rekomendasi, sambung dia, berarti penerapan protokol kesehatan dan segala aspek penunjangnya telah memenuhi syarat pembelajaran tatap muka. Dengan begitu, baik siswa maupun guru bisa aman dari penularan Covid-19 tersebut.

“Guru-guru sebelumnya kan juga harus divaksin, sehingga pembelajaran langsung ini bisa berjalan aman,” ungkap dia.

Di SMPN 1 Kudus sendiri, tambah Muhtamat, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat baik. Hanya, belum jelas kapan rekomendasi pembelajaran tatap muka tersebut turun.

“Sembari menunggu rekomendasi, kami dorong untuk buat semacam dokumentasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sehingga ketika dikritisi oleh sejumlah kalangan, bisa ada buktinya kalau sudah sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Muhtamat yang juga Ketua Fraksi Nasdem turut menyerahkan bantuan Progam Indonesia Pintar (PIP) pada SMPN 1 Kudus.

Kepala SMPN 1 Kudus Ahadi Setiawan mengatakan, jika SMPN 1 Kudus memang baru mendapat sinyal diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sementara rekomendasinya, belum dikeluarkan.

“Kemarin dari Disdikpora Kudus, ada Dinas Kesehatan juga dan dari perwakilan provinsi memberi sinyal pada kami untuk melaksanakan tatap muka, “ kata dia.

Pihaknya kemudian melakukan zoom meeting dengan orang tua murid apakah diperbolehkan atau tidak anak-anaknya melakukan pembelajaran tatap muka.

“Barulah kami melakukan PTM mulai kemarin. Itupun hanya untuk memberi kisi-kisi ujian saja dan untuk mengumpulkan zakat fitrah,” ujar Ahadi.

Jumlah siswa yang masuk, kata dia, juga turut dibatasi. Penerapan prokes ketika siswa masuk sekolah hingga pulang sekolah juga diterapkan dengan ketat. “Namun ketika nanti hasil rekomendasinya tidak diperbolehkan, kami siap untuk menghentikan PTM ini,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...