Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Polisi dan Tentara di Jepara Dikerahkan Lacak Pemudik

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara melakukan swab di fasilitas umum. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19 dari para pemudik atau perantau yang pulang kampung. Bahkan, polisi dan tentara dilibatkan dalam antisipasi itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun menyatakan, mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri harus diperhatikan serius. Untuk dapat melacak siapa saja yang masuk ke dalam wilayah Jepara, pihaknya menggandeng Polri dan TNI.

“Setiap pelaku perjalanan wajib lapor dan didata oleh satgas desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” kata Mudrikatun, Jumat (30/4/2021).

Mudrikatun menjelaskan, jika ada warga yang menerima tamu pelaku perjalanan lebih dari 1 kali 24 jam, maka wajib lapor ke satgas desa melalui RT/RW setempat. Jika sudah terdata, pelaku perjalanan itu harus dilaporkan ke Puskesmas terdekat melalui bidan desa.

Setelah menerima laporan, kata Mudrikatun, pihak Puskemas akan memonitor pelaku perjalanan itu bersama satgas kecamatan, satgas desa, Polsek, dan Koramil. Kemudian, Puskesmas bisa menindaklanjutinya dengan melakukan tes swab.

Namun, tes swab tersebut hanya dilakukan jika pelaku perjalanan berasal dari daerah transmisi lokal, memiliki gejala atau memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19. Atau tidak bisa menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan PCR, rapid antigen, GeNose C19 negatif yang masih berlaku 1×24 jam sebelum melakukan perjalanan.

“Kalau memang dirasa perlu, Puskesmas dapat melakukan swab antigen secara acak bagi pelaku perjalanan,” jelas dia.

Mudrikatun menambahkan, jika hasil swab antigen positif, maka dilanjutkan dengan tes PCR untuk memastikan lebih lanjut. Pelaku perjalanan juga wajib melakukan karantina sesuai aturan sampai ada tindak lanjut dari Puskesmas yang memeriksanya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...