Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

17 Orang Positif dan Satu Meninggal, Dua RT di Desa Jetis Sragen Dilockdown

Ilustrasi. Tenaga kesehatan saat melakukan swab pada warga jepara belum lama ini. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Sragen — Penyebaran virus Covid-19 di sragen Kembali menggeliat. Terbaru dua wilayah Rukun Tetangga (RT) di wilayah Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen di-lockdown total lantaran ditemukan 17 orang positif Covid-19 dan satu meninggal dunia.

Selain itu, ada 80 warga sekitar yang masih menunggu hasil swab sebagai tindak lanjut tracing atas kasus klaster layatan di Sragen, Rabu (28/5/2021).

Dikutip Solopos.com, Kepala Desa Jetis Miyarno Rabu malam mengatakan klaster layatan itu berawal saat seorang ibu-ibu berinisial H, (35), meninggal dunia karena sakit pada Selasa (6/4/2021).

Setelah 17 hari kemudian, kata dia, bibinya H yang berinisial M (60) juga meninggal dunia dan hasil swab test positif terpapar Covid-19, pada Kamis (22/4/2021).

Dalam prosesi pemakamannya, suminya H dari Jakarta pulang dan saudaranya dari Brebes ikut layat dan dilanjutkan tahlilan bersama.

“Dari hasil tracing Mbah M yang dilakukan Jumat (23/4/2021) sebanyak 30 orang dilakukan swab test. Hasilnya keluar pada Selasa [27/4/2021] malam, yakni 17 orang terpapar Covid-19 dan 13 orang negatif. Dari 17 orang itu kemudian dilakukan tracing lagi pada Rabu siang. Ada sebanyak 80 orang ikut swab test dan hasilnya menunggu,” ujarnya.

Miyarno mengatakan Pemerintah Desa Jetis mengambil langkah untuk melakukan lockdown terhadap dua RT itu dengan jumlah keluarga sebanyak 40 keluarga.

Dia mengatakan setiap kepala keluarga (KK) mendapat bantuan sembako senilai Rp 300 ribu per KK untuk biaya hidup selama lockdown 14 hari. Selain bantuan dari desa, kata dia, juga ada bantuan dari warga lainnya yang bergotong-royong bersama.

“Dengan munculnya klaster layatan ini harapan kami bisa menjadi pelajaran bagi warga lainnya. Kami mengimbau kepada warga masyarakat yang ada di perantauan supaya tidak pulang dulu. Apa pun keperluannya supaya rencana mudik ditangguhkan sampai situasi aman,” ujarnya.

Miyarno juga berharap masyarakat harus sadar dengan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan masing-masing. Dia meminta seluruh masyarakat harus mentaati protokol kesehatan secara sungguh-sungguh, mulai dari pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan seterusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto juga membenarkan adanya laporan 17 orang di wilayah Jetis, Sambirejo, positif terpapar Covid-19. Dia mengakui petugas puskesmas sudah melakukan tracing lanjutan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...