Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Berani Bikin Stok Seperti Dua Tahun Lalu, Pembuat Kue Lebaran di Kudus Pilih Tunggu Orderan

Riayah Rahmawati membuat kue Lebaran di rumahnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Para pembuat kue Lebaran di Kudus, tahun ini belum berani membuat stok produk yang banyak. Beberapa di antaranya bahkan memilih hanya berproduksi ketika sudah ada orderan masuk.

Ini seperti yang dialami oleh Riayah Rahmawati, pembuat kue Lebaran di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Ia tak berani membuat stok kue yang banyak seperti dua tahun lalu, sebelum pandemi menerpa.

Ini dilakukan, lantaran kenaikan pesananan kue kering yang diterimanya hanya sekitar sepuluh persen saja dari tahun lalu.

Kenaikan sepuluh persen itu dilihat dari jumlah pesanan kue lebaran yang hanya 40 kilogram di 2020. Tahun ini naik menjadi 50 kilogram.

“Sekarang buat kue kering pesanan Lebaran kalau ada orderan saja. Kalau dulu sebelum ada pandemi ya berani nyetok banyak. Sekarang enggak berani,” katanya, Kamis (29/3/2021).

Bahkan produksi pesanan kue Lebaran tahun ini, dimulai oleh Rahma di hari ketiga puasa. Padahal, sebelum ada pandemi dia biasanya membuat kue kering sepekan sebelum Ramadan.

Saat ini di kediamanya sudah tertata rapi beberapa kue kering pesanan pelanggan. Seperti nastar, mete cookies, kastengel, spikulas, putri salju, good time, pril, dan almond crispy.

Harga yang ditawarkan beragam. Kue kering seperti nastar, mete cookies, spikulas, putri salju, dan good time harga satu kilogramnya Rp 175 ribu.

Sedangkan untuk kastengel Rp 195 ribu per satu kilogramnya. Kemudian almond crispy Rp 350 ribu per kilogramnya. Sedangkan pril Rp 140 ribu per Kilogramnya.

Kue kering pesanannya itu dipesan pelanggan di beberapa daerah. Seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan daerah lainnya. “Harapannya situasi bisa normal kembali. Sehingga perekonomian bisa pulih,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...