Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Alat Ini Jadi Andalan RSI Kudus Tangani Nyeri Pasien Usai Operasi Besar

Dokter Anestesi RSI Sunan Kudus, dr Bayu Residewanto menunjukkan alat peredam nyeri PCA. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus mempunyai alat yang jadi andalan untuk menangani nyeri pascoperasi. Dari empat alat yang dimiliki, ada satu alat yang paling baru yang bisa digunakan untuk operasi besar.

Akat tersebut yakni Patient Controlled Analgesia (PCA). Sementara tiga alat lain yakni Syringe Pump, Auto Fuser, dan Easy Pump. Keempatnya memiliki fungsi yang sama, tetapi cara kerjanya berbeda.

Dokter Bayu Residewanto, dokter anestesi RSI Sunan Kudus mengatakan, dari empat alat peredam nyeri itu alat PCA paling modern. Alat ini bisa mengontrol dosis obat hanya dengan menekan tombol.

“Ketika nanti pasien merasakan nyeri, cukup menekan tombol di alat PCA-nya. Dosisnya akan masuk sendiri. Tapi tetap dosisnya kami sesuaikan dan pasien sudah kami edukasi dulu,” katanya, Kamis (29/4/2021).

Saat ini RSI Sunan Kudus memilik dua unit alat PCA ini. Menurutnya, penggunaan PCA ini biasanya digunakan bagi pasien yang selesai melakukan operasi dengan sayatan yang lebar.

“Kalau saat operasi yang biasa atau sayatannya tidak besar pakainya Syringe Pump atau pakai Auto Fuser,” terangnya.

Dokter Bayu Residewanto mengatakan keberadaan alat PCA mendapatkan respon yang baik dari pasien yang telah melakukan operasi dan juga dari dokter bedah.

“Efektivitasnya untuk meredam nyeri bagus. Setelah melakukan operasi ada yang tidak merasakan nyeri. Atau kalau ada yang nyeri ya hanya sedikit. Atau semacam terasa ngganjel,” ujar dia.

Ditanya soal ke depannya apakah menambah alat PCA lagi, pihaknya masih menunggu kebutuhan. Saat ini ketersediaan dua unit masih dirasa cukup.

“Lihat kasusnya juga. Karena kalau nyerinya masih ringan bisa pakai Syringe Pump. Kalau kronis baru pakai PCA,” jelasnya.

Menurutnya keberadaan alat peredam nyeri tersebut bermanfaat. Karena dapat mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien pasca operasi.

“Intinya nyeri itu jangan sampai berkepanjangan. Karena kalau nyeri akut jadi nyeri kronis penanganannya akan lebih susah,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...